HARIAN NEGERI, Jakarta — Kebiasaan minum air putih di sela-sela makan kerap menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Namun, para ahli menegaskan bahwa kebiasaan tersebut pada dasarnya aman dan tidak mengganggu proses pencernaan selama dilakukan dalam jumlah wajar.

Melansir Real Simple, Minggu (3/5/2026), dokter Arshpreet Saraan menyatakan bahwa minum air saat makan tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja sistem pencernaan.

“Jika kamu hanya menyeruput air saat makan, tidak akan ada peningkatan atau penurunan pencernaan secara pasti,” ujarnya.

Menurut dia, air justru membantu proses pengolahan makanan di dalam tubuh. Cairan berperan dalam melunakkan makanan serta mempermudah pergerakannya melalui saluran pencernaan hingga diproses oleh enzim di lambung.

Senada dengan itu, ahli gizi Mackenzie Blair menyebut bahwa kecukupan cairan sangat penting untuk menjaga kelancaran sistem pencernaan.

Ia mengibaratkan saluran pencernaan seperti aliran sungai yang membutuhkan cukup air agar proses di dalamnya dapat berjalan optimal.

Selain membantu pencernaan, konsumsi air saat makan juga dapat memengaruhi sinyal kenyang. Hal ini dinilai dapat membantu mengontrol porsi makan sehingga mencegah konsumsi berlebih.

Meski demikian, kebiasaan ini tidak dianjurkan bagi individu dengan kondisi tertentu seperti Gastroesophageal Reflux Disease. Pada penderita GERD, minum saat makan berpotensi meningkatkan tekanan di lambung yang dapat memperparah gejala.

Hal serupa juga berlaku bagi pasien yang baru menjalani operasi lambung, karena dapat menyebabkan rasa kenyang lebih cepat dan berisiko mengganggu pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Para ahli menyarankan agar konsumsi air dilakukan secara merata sepanjang hari, bukan dalam jumlah besar sekaligus saat makan. Dengan demikian, tubuh tetap terhidrasi tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Secara umum, minum air saat makan dalam jumlah wajar aman dilakukan dan justru dapat mendukung fungsi pencernaan, selama disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.