HARIAN NEGERI - Jakarta, [Jakarta, 4 Mei 2026], Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, segala puji bagi Allah SWT atas nikmat iman, Islam, serta kesempatan untuk terus mengabdi di rumah perjuangan kita, yakni Pelajar Islam Indonesia.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, teladan sepanjang zaman yang menuntun kita dari kegelapan menuju cahaya Islam.

Yang saya hormati, Para senior dan alumni Pelajar Islam Indonesia di seluruh penjuru tanah air, Kawan-kawan pengurus wilayah, daerah, hingga komisariat, Serta seluruh kader Pelajar Islam Indonesia yang saya cintai dan banggakan.

Sejak awal berdirinya, Pelajar Islam Indonesia menegaskan bahwa keislaman dan keindonesiaan, bukanlah dua hal yang dipertentangkan, melainkan dua nilai yang berpadu dalam satu napas perjuangan.

Berangkat dari semangat tersebut, Indonesia hari ini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial. Oleh karena itu, kader PII harus hadir di tengah masyarakat. Menjadi pelopor pendidikan, penggerak perubahan, penjaga moral bangsa, sekaligus bagian dari solusi atas berbagai persoalan kebangsaan.

Saat ini, bangsa kita tidak kekurangan orang pintar. Namun, yang dibutuhkan adalah lebih banyak pribadi yang mau berjuang dan siap mengabdi.

Momentum Hari Bangkit PII ke-79 ini menjadi pengingat bagi seluruh kader Pelajar Islam Indonesia agar tidak berjalan di tempat.

Kita harus bertransformasi. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Menguatkan tradisi intelektual. Mempererat solidaritas kader. Serta memastikan bahwa Pelajar Islam Indonesia tetap relevan di setiap zaman.

Saya percaya, Selama semangat belajar, berjuang, dan pengabdian terus kita jaga, maka PII akan selalu menjadi kekuatan moral dan intelektual bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kepada seluruh kader Pelajar Islam Indonesia, saya ingin menyampaikan:

  1. Jangan pernah lelah berjuang.
  2. Jangan pernah malu menjadi kader PII.
  3. Dan jangan pernah berhenti mengabdi untuk umat dan bangsa.

Sejarah telah membuktikan bahwa dari ruang kaderisasi PII, lahir banyak tokoh pemikir, pemimpin, dan pejuang bangsa.

Kini estafet perjuangan itu berada di tangan kita. Mari kita jadikan usia ke-79 ini bukan sekedar penanda panjangnya umur organisasi, tetapi juga sebagai simbol kematangan gerakan, kekuatan pengabdian, dan keseriusan kita dalam membangun masa depan Indonesia.

Akhir kata, saya mengucapkan:

Selamat Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia ke-79.

Khidmat PII untuk Pelajar, Islam, dan Indonesia.

Jayalah Pelajar Islam Indonesia.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh