HARIAN NEGERI, Jakarta — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memprioritaskan anak-anak putus sekolah serta mereka yang berasal dari keluarga miskin ekstrem melalui sistem penjangkauan langsung.

Dalam keterangannya di Surabaya, Minggu, yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan bahwa program ini tidak membuka pendaftaran umum, melainkan aktif menjangkau kelompok sasaran yang paling membutuhkan akses pendidikan.

“Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, kita menjangkau. Jadi yang diprioritaskan adalah anak-anak yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah maupun yang berpotensi putus sekolah,” ujarnya.

Ia menuturkan, Sekolah Rakyat memiliki konsep berbeda dibandingkan sekolah umum karena menerapkan sistem berasrama serta berfokus pada anak-anak dari keluarga miskin desil satu dan dua. Kondisi ini membuat profil siswa cukup beragam, termasuk dari sisi usia.

“Banyak siswa Sekolah Rakyat dulunya pengamen, pemulung, bahkan ada yang tidak pernah sekolah,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam program ini terjadi pada tiga bulan pertama pembelajaran. Hal tersebut disebabkan perbedaan latar belakang dan kemampuan akademik siswa yang cukup signifikan.

Ia mengungkapkan, terdapat siswa setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang belum memiliki kemampuan membaca, sehingga membutuhkan pendampingan intensif dari para guru.

“Dia belum bisa baca. Inilah tantangan yang harus dikerjakan oleh para guru dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah melakukan seleksi ketat terhadap tenaga pengajar agar mampu mendampingi siswa dengan berbagai kondisi akademik.

Pada tahun ini, lebih dari 400 siswa dilaporkan lulus dari Sekolah Rakyat, termasuk 11 siswa tingkat SMA yang diproyeksikan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau masuk ke dunia kerja sebagai tenaga terampil.

“Jika lulus ujian, mereka memiliki dua pilihan, melanjutkan kuliah dengan dukungan beasiswa dari pemerintah atau menjadi pekerja terampil,” jelasnya.

Gus Ipul menambahkan, lulusan Sekolah Rakyat juga dipersiapkan menjadi agen perubahan yang diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka di masa depan.