HARIAN NEGERI - Jakarta, Klaim sepihak dari oknum pegawai Pertamina berinisial A.M. yang menyatakan bahwa operasional di lapangan telah berjalan sesuai Standard Operating Procedure (SOP), kini menghadapi tembok besar bernama krisis kepercayaan. Pernyataan tersebut terasa hambar, bahkan cenderung menjadi tameng pelindung, ketika ditemukan fakta bahwa yang bersangkutan diduga memiliki kendaraan RINHO MERAH yang terlibat dalam aktivitas "ngetap" atau pengisian berulang.
Ini bukan sekadar masalah teknis di lapangan, melainkan indikasi kuat adanya benturan kepentingan (conflict of interest) yang nyata. Bagaimana mungkin seorang pengawas atau representatif otoritas dapat memberikan penilaian objektif jika dirinya sendiri atau aset miliknya diduga menjadi bagian dari rantai masalah yang seharusnya ia awasi?
Sistem barcode dan digitalisasi yang digadang-gadang sebagai solusi transparansi penyaluran BBM subsidi justru menjadi ironi besar. Jika oknum internal memiliki keleluasaan untuk bermain dalam sistem yang mereka jaga, maka digitalisasi ini bukanlah solusi bagi rakyat, melainkan "karpet merah" yang dihamparkan bagi para mafia untuk melegalkan penyelewengan dengan dalih administrasi yang terlihat rapi.
SOP tidak boleh dijadikan mantra ajaib untuk membungkam kritik masyarakat. Jika kendaraan milik pegawai yang bersangkutan terbukti ikut bermain, maka narasi "sudah sesuai SOP" hanyalah upaya untuk menormalisasi praktik yang keliru. Pertamina tidak boleh menutup mata terhadap fenomena ini. Standar integritas seharusnya jauh lebih tinggi daripada sekadar kelengkapan berkas di atas kertas.
Tuntutan Transparansi
Masyarakat Bitung dan para konsumen BBM subsidi berhak mendapatkan jawaban yang lebih konkret daripada sekadar pembelaan diri. Kita menuntut:
- Penyelidikan menyeluruh terhadap seluruh transaksi barcode di SPBU terkait yang melibatkan kendaraan milik internal pegawai.
- Sanksi administratif dan hukum bagi oknum yang memanfaatkan jabatan untuk memfasilitasi penimbunan BBM.
- Penjelasan transparan mengenai hubungan antara jabatan A.M. dengan aktivitas kendaraan "tap" miliknya.
Ketika pengawas berubah menjadi pemain, maka aturan hanyalah sekadar hiasan. Jangan biarkan hak rakyat kecil disedot oleh mesin-mesin keserakahan yang berlindung di balik seragam resmi dan retorika SOP.
#SkandalSPBUGiper #OknumPertaminaNgetap #UsutTuntasAnastasiaM #HakRakyatDisikatMafia #BarcodeGandaMafiaPunya #AuditSPBUGiper


Komentar