HARIAN NEGERI - Perjalanan membangun bisnis tidak selalu berjalan mulus. Hal itulah yang dibagikan Founder dan CEO FDC Dental Clinic, drg.
Ita Lestari, MARS, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Malam Mabit Cuan (MMC) bertajuk "From Clinic to Digital Community: Membangun Pertumbuhan Bisnis FDC Dental Clinic Menjadi Perusahaan Teknologi" di Masjid Al-Kahfi Bunut, Kabupaten Bandung,.RADARBANDUNG.id – Perjalanan membangun bisnis tidak selalu berjalan mulus.
Ita Lestari, MARS, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Malam Mabit Cuan (MMC) bertajuk “From Clinic to Digital Community: Membangun Pertumbuhan Bisnis FDC Dental Clinic Menjadi Perusahaan Teknologi” di Masjid Al-Kahfi Bunut, Kabupaten Bandung,.Kegiatan yang berlangsung dari pukul 19.30 hingga 21.30 WIB itu merupakan kolaborasi antara FDC Dental Clinic dan Masjid Affiliate Al-Kahfi Bunut. Sekitar 200 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, affiliate marketer, profesional muda, komunitas masjid, hingga masyarakat umum hadir untuk mendapatkan inspirasi seputar pengembangan bisnis di era digital.Dalam kesempatan tersebut, Ita membagikan kisah perjalanan FDC yang bermula dari sebuah klinik gigi dengan misi menghadirkan layanan kesehatan gigi yang lebih terjangkau, modern, dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia.Menurutnya, proses transformasi FDC menjadi perusahaan berbasis teknologi tidak selalu berjalan mudah.
Berbagai tantangan harus dihadapi, termasuk pengalaman gagal dalam pengembangan teknologi yang sempat tidak berjalan sesuai harapan.“FDC hadir untuk menjawab tantangan yang ada di masyarakat bahwa pergi ke dokter sering dianggap menakutkan, mahal, dan memakan waktu lama.
Melalui teknologi, FDC bisa memberikan pelayanan yang lebih cepat, transparansi harga yang lebih baik, serta layanan yang lebih terjangkau,” ujar Ita.Ia menjelaskan bahwa salah satu pelajaran penting yang didapat selama membangun perusahaan adalah pentingnya memiliki tim teknologi yang kompeten.
Karena itu, FDC kemudian memperkuat fondasi digitalnya dengan merekrut Chief Technology Officer (CTO) berpengalaman untuk mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi.Selain faktor teknologi, Ita menilai ketahanan mental, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi menjadi modal utama dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.Dalam sesi tersebut, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai strategi pertumbuhan bisnis FDC melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam layanan kesehatan gigi.Ita menjelaskan bahwa transformasi digital yang dilakukan FDC tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.Ia turut memperkenalkan aplikasi FDC yang saat ini telah digunakan oleh lebih dari 1,5 juta pengguna. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan kesehatan gigi secara lebih mudah, cepat, dan transparan.Pengembangan teknologi tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk penyedia layanan komputasi awan global, guna mendukung inovasi dan pengelolaan data yang lebih optimal.Tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, FDC juga aktif menjalankan berbagai program sosial melalui FDC Foundation.Yayasan ini memiliki fokus pada peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk program beasiswa, pengembangan talenta, serta pelayanan kesehatan gigi di wilayah yang masih minim akses fasilitas kesehatan.Dalam acara yang sama, FDC Foundation juga menandatangani kerja sama dengan Yayasan Cerebrum Edukanesia Nusantara.Yayasan tersebut membina sejumlah unit kegiatan, antara lain Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Affiliate Al-Kahfi, PAUD Permata Harapan, Saung Tahfidz Al-Kahfi, serta BMT Al-Kahfi yang bergerak dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.Kerja sama ini mencakup pengembangan kompetensi sumber daya manusia, pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan, serta program perawatan kesehatan gigi bagi masyarakat.Ketua Yayasan Cerebrum Edukanesia Nusantara sekaligus Founder Masjid Affiliate, Aditya Pratama Ghifary, menyambut baik kolaborasi tersebut.“Kami melihat langsung bagaimana peserta termotivasi oleh perjalanan drg.


Komentar