HARIAN NEGERI - Jakarta, Kamis (19/3/2026), Organisasi Kudu Pede Caruban (KPC) menggelar kegiatan BukBerliterasi dengan menggandeng komunitas pegiat literasi Cirebon, Dialektika Muda Cirebon dan Mertika.id. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam merawat tradisi literasi di Cirebon, sekaligus menjadi ruang diskusi produktif di bulan Ramadan.
Dalam agenda tersebut hadir juga sejumlah pegiat literasi, akademisi, serta penulis muda. Agenda ini tidak sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga ruang diskusi produktif untuk merumuskan gagasan dan karya berbasis literasi.
Ketua Kudu Pede Caruban, Sopidi, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengubah makna berkumpul menjadi lebih substansial. Menurutnya, generasi muda perlu menjadikan pertemuan sebagai ruang mencari makna, mengidentifikasi persoalan, serta merumuskan solusi.
“Berkumpul hari ini bukan sekadar melestarikan kebiasaan, tetapi bagaimana kita mencari makna, menemukan persoalan, dan menghadirkan solusi juga menghadirkan pikiran baru Cirebon khususnya bagi kalangan muda,” ujar Sopidi
Dalam forum tersebut, turut dibahas rencana penulisan buku berjudul Jejak Pengabdian Bupati Cirebon Dua Periode yang mengangkat kiprah Bupati Cirebon, Imron Rosyadi. Buku ini akan memuat perspektif keluarga, sahabat, hingga masyarakat sebagai upaya mendokumentasikan perjalanan kepemimpinan secara literatif.
Sopidi menilai, kepemimpinan dua periode memiliki nilai historis yang penting untuk diabadikan dalam bentuk tulisan. Hal ini dinilai sebagai bagian dari upaya pelestarian literasi sekaligus pembelajaran bagi generasi mendatang.
Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya literasi di era disrupsi informasi. Generasi Z didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi mampu mengolahnya menjadi karya tulis yang bernilai.
Perwakilan komunitas pegiat literasi diantaranya Dialektika Muda Cirebon, Mohamad Romadoni, menyampaikan bahwa pihaknya bersama para penulis muda telah menerbitkan buku Gen Z Bersuara. Buku tersebut merupakan kumpulan opini dari 18 penulis dengan latar belakang beragam yang membahas isu-isu seperti kesehatan mental, lingkungan, hingga dinamika sosial generasi muda.
“Kami ingin memprovokasi generasi Z untuk tidak hanya resah, tetapi mampu mengubah keresahan itu menjadi karya dan solusi,” ungkap Romadoni.
Ia menambahkan, literasi merupakan medium komunikasi yang efektif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. Melalui tulisan, berbagai persoalan dapat dipahami lebih mendalam dan melahirkan perspektif baru.
Sementara itu, perwakilan Mertika.id, Rizqi Alfarel, menekankan bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca teks, tetapi juga memahami konteks sosial di sekitar. Ia menyebut kolaborasi antar komunitas ini memiliki visi yang sama, yakni mendorong lahirnya karya buku sebagai bentuk komunikasi tidak langsung kepada masyarakat.
“Kami memiliki orientasi yang sama, yaitu menghadirkan buku sebagai medium komunikasi dan pengarsipan gagasan,” kata Rizqi Alfarel.
Ia juga mengapresiasi langkah Bupati Cirebon yang berinisiatif mendokumentasikan perjalanan pengabdiannya dalam bentuk buku. Bahkan, diharapkan ke depan akan hadir lanjutan berupa catatan prestasi di akhir masa jabatan.
Dukungan juga datang dari Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Abdurrahman, yang menilai kegiatan ini mencerminkan pola pikir maju dari generasi muda. Ia berharap gerakan literasi seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Ini menunjukkan generasi muda sudah berpikir positif dan berorientasi pada pembangunan daerah,” tutur Abdurrahman.
Kegiatan BukBerliterasi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan ekosistem literasi di Cirebon, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya yang mampu merespons berbagai persoalan sosial secara kritis dan solutif.


Komentar