HARIAN NEGERI - Banten, Jumat (1/5/2026), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Wilayah Banten menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak buruh di Provinsi Banten. Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan momentum Hari Buruh Internasional serta menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei.
LMND Banten menilai, sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, Banten seharusnya mampu menjamin kesejahteraan para buruh. Namun hingga saat ini, masih banyak pekerja yang menghadapi persoalan upah tidak layak, sistem kerja yang eksploitatif, serta minimnya perlindungan kerja yang manusiawi.
Pjs Ketua Wilayah LMND Banten, Ripan Ardiana, menyampaikan bahwa perjuangan buruh merupakan bagian dari perjuangan rakyat yang harus terus dikawal bersama. Menurutnya, kondisi buruh hari ini menunjukkan bahwa keberpihakan pemerintah terhadap kelas pekerja masih sangat lemah.
“LMND Banten akan terus membersamai perjuangan buruh melalui aksi massa, advokasi kebijakan, dan pendidikan politik bagi kaum muda maupun buruh. Persatuan mahasiswa dan buruh adalah kekuatan utama dalam mendorong perubahan yang nyata,” ujarnya.
Selain menyoroti persoalan ketenagakerjaan, LMND Banten juga menyampaikan sikap terkait momentum Hari Pendidikan Nasional. LMND Banten mendorong pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) akibat berbagai persoalan yang ditimbulkan dalam pelaksanaan program yang dijalankan lembaga tersebut.
LMND menilai berbagai polemik yang muncul menunjukkan lemahnya tata kelola serta ketidaksiapan dalam menjalankan program yang berdampak langsung terhadap masyarakat dan dunia pendidikan.
Menurut LMND, pemerintah harus segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kebijakan pendidikan dan program sosial tidak justru menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
LMND Banten juga mendesak pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk lebih serius menjamin kesejahteraan rakyat, baik dalam sektor ketenagakerjaan maupun pendidikan. Selain itu, LMND mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal perjuangan buruh dan pendidikan demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Komentar