HARIAN NEGERI, Jakarta - Mantan judoka nasional, Krisna Bayu, kembali terpilih sebagai Ketua Umum Perkumpulan Sambo Indonesia (PP Persambi) periode 2026–2030 melalui Musyawarah Nasional Persambi di Jakarta.

Krisna yang sebelumnya telah menjabat selama dua periode (2018–2022 dan 2022–2026), kembali dipercaya secara aklamasi setelah memperoleh dukungan mayoritas pengurus tingkat provinsi.

Usai terpilih, Krisna menegaskan akan segera menyusun struktur kepengurusan baru guna merealisasikan dua program utama, yakni memperjuangkan cabang olahraga sambo dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional 2028 (PON) serta menggelar Kejuaraan Dunia Sambo di Indonesia pada 2027.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Ketua Umum KONI Pusat Bapak Marciano Norman, juga Sekjen dan jajaran lainnya. Pada prinsipnya, beliau sangat mendukung sambo untuk kembali terlibat di PON,” ujar Krisna.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah menerima arahan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah tuan rumah PON 2028, yakni Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, serta DKI Jakarta sebagai daerah penyangga.

“Kami akan menggunakan berbagai pendekatan untuk bisa memasukkan sambo ke dalam PON,” katanya.

Terkait rencana penyelenggaraan kejuaraan dunia, Krisna memastikan Indonesia siap menjadi tuan rumah. Ia mengungkapkan bahwa International Sambo Federation (FIAS) telah memberikan sinyal dukungan sejak kunjungan ke Indonesia tahun lalu.

Persambi sebelumnya juga telah membuktikan kapasitasnya sebagai penyelenggara ajang internasional melalui Kejuaraan Dunia Sambo Junior 2023 di Bogor, yang diikuti atlet dari 43 negara.

Menurut Krisna, para peserta memberikan respons positif terhadap penyelenggaraan tersebut dan bahkan berharap Indonesia kembali menjadi tuan rumah kejuaraan dunia.

“Mereka bertanya kapan lagi ada World Championship di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Persambi menargetkan untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Sambo kategori senior pada 2027.

“Kami sudah berkomunikasi dengan FIAS dan mengirimkan surat. Targetnya, 2027 kita akan melakukan bidding untuk Kejuaraan Dunia Sambo senior di Indonesia,” kata Krisna.