Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen untuk memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan kewirausahaan. Inisiatif ini bertujuan agar penyandang disabilitas dapat mandiri secara ekonomi dan berperan sebagai pencipta lapangan kerja. Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab, menyampaikan hal tersebut saat membuka Kegiatan Layanan Kewirausahaan 2026 dengan tema "Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama" di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada .

Ia menekankan pentingnya memperluas peluang kerja untuk mengoptimalkan potensi nasional. Menurutnya, pekerjaan tidak hanya terbatas pada sektor formal seperti pegawai negeri atau karyawan perusahaan. Peluang kerja juga dapat ditemukan melalui usaha mandiri, ekonomi kreatif, dan pemanfaatan teknologi digital.

"Lowongan kerja itu ada di mana-mana. Tidak hanya di perusahaan, tetapi juga bisa diciptakan sendiri. Yang perlu kita dorong adalah bagaimana masyarakat beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja," katanya.

Kegiatan ini memiliki dua fokus utama, yaitu pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas dan penguatan usaha bagi pelaku UMKM rintisan. Sukro menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk berkarya. "Keterbatasan fisik bukan penghalang.

Yang terpenting adalah kreativitas dan kemampuan berpikir. Kami ingin memastikan teman-teman disabilitas memiliki akses yang sama untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi," tegasnya. Selain pelatihan, Kemnaker juga menyediakan peluang pengembangan usaha lanjutan melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

Program ini ditujukan bagi peserta yang telah merintis usaha agar dapat naik kelas dan memperluas skala usahanya.