HARIAN NEGERI - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bandung berhasil menyelesaikan perbaikan konduktor jumper pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Bandung Selatan (BDSLN)–New Ujungberung (NUBRG) tanpa menghentikan penyaluran listrik kepada pelanggan. Pekerjaan dilakukan menggunakan metode Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), sehingga pemeliharaan dapat berlangsung tanpa pemadaman.Perbaikan dilaksanakan di wilayah Arjasari, Kabupaten Bandung, setelah hasil inspeksi mengidentifikasi adanya indikasi gesekan pada konduktor jumper Fasa R di antara Tower 34 dan Tower 35. Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi menurunkan keandalan jaringan transmisi yang menjadi bagian penting dalam sistem interkoneksi kelistrikan Jawa.Dengan metode PDKB, personel PLN melakukan pekerjaan secara langsung pada jaringan yang masih bertegangan menggunakan prosedur, peralatan khusus, dan standar keselamatan kerja yang ketat.

Pendekatan ini memungkinkan potensi gangguan ditangani secara preventif tanpa mengganggu kontinuitas pasokan listrik kepada masyarakat.Asisten Manager PDKB PLN UPT Bandung, Wahyu Eko, mengatakan bahwa pekerjaan difokuskan untuk memulihkan kondisi mekanis konduktor jumper agar kembali memenuhi standar operasi.“Tim PDKB melakukan perbaikan pada titik gesekan konduktor jumper Fasa R dengan menerapkan prosedur keselamatan yang ketat serta menggunakan peralatan khusus untuk pekerjaan bertegangan. Seluruh tahapan dilaksanakan sesuai standar operasi sehingga kondisi konduktor kembali optimal tanpa memengaruhi kontinuitas penyaluran daya pada jaringan SUTET 500 kV,” ujar Wahyu.Keberhasilan pekerjaan tersebut merupakan hasil kolaborasi personel operasi, pemeliharaan, dan tim PDKB yang memiliki kompetensi khusus dalam menangani pekerjaan pada instalasi tegangan ekstra tinggi. Sinergi tersebut memungkinkan potensi gangguan diidentifikasi dan ditangani lebih dini sehingga keandalan sistem transmisi tetap terjaga.Manager PLN UPT Bandung, Rudi Wahono, menegaskan bahwa pemeliharaan berbasis kondisi melalui metode PDKB menjadi salah satu langkah strategis PLN dalam menjaga keandalan sistem transmisi sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh pasokan listrik yang andal.“Setiap potensi gangguan harus ditangani sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi gangguan yang dapat memengaruhi sistem.

Melalui metode PDKB, pekerjaan pemeliharaan dapat dilakukan tanpa menghentikan penyaluran listrik sehingga keandalan jaringan tetap terjaga dan kebutuhan listrik masyarakat maupun sektor industri tetap terpenuhi,” kata Rudi.Sebagai tulang punggung penyaluran energi listrik dari pusat-pusat pembangkit menuju gardu induk, jaringan transmisi memegang peranan penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional. Karena itu, PLN terus mengoptimalkan pemeliharaan berbasis kondisi (condition-based maintenance) serta meningkatkan kompetensi personel PDKB untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat, aman, dan tepat.Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan sistem transmisi yang semakin andal, menjaga kontinuitas pasokan listrik, serta mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat maupun wilayah lain yang terhubung dalam sistem interkoneksi Jawa. (*/arh)