HARIAN NEGERI, Jakarta - Militer Iran pada Minggu mengklaim telah melancarkan serangan drone berskala besar terhadap dua instalasi militer Amerika Serikat di Kuwait, di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Teheran dan Washington.

Berdasarkan pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), sasaran serangan meliputi gudang amunisi di Camp Al Adiri, serta sistem rudal Patriot dan instalasi radar pertahanan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi independen dari pemerintah Amerika Serikat mengenai klaim Iran tersebut maupun informasi resmi terkait tingkat kerusakan atau kemungkinan korban akibat serangan.

Sementara itu, Militer Kuwait mengonfirmasi bahwa angkatan bersenjata negara tersebut tengah merespons ancaman rudal dan drone di wilayahnya di tengah berlanjutnya ketegangan regional.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan di platform media sosial X, militer Kuwait menjelaskan bahwa ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah merupakan hasil intersepsi sistem pertahanan udara terhadap sasaran yang dianggap mengancam.

"Ledakan apa pun yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh," demikian pernyataan Angkatan Bersenjata Kuwait.

Otoritas militer Kuwait juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mematuhi seluruh arahan keamanan yang dikeluarkan pemerintah selama situasi masih berkembang.

Eskalasi terbaru ini terjadi setelah Amerika Serikat dalam hampir sepekan terakhir melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran. Sebagai respons, Teheran menyatakan telah menargetkan fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer Amerika Serikat di sejumlah negara di kawasan, termasuk Kuwait.

Meningkatnya ketegangan tersebut menjadi sorotan internasional karena terjadi hanya beberapa waktu setelah Amerika Serikat dan Iran, pada Juni lalu, menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan. Kesepakatan itu sebelumnya diharapkan menjadi langkah awal untuk menghentikan konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih berkelanjutan.

Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih terus berkembang. Hingga saat ini, belum terdapat laporan resmi yang dapat memverifikasi secara independen dampak penuh dari serangan yang diklaim Iran, sementara berbagai pihak terus memantau perkembangan dan menyerukan upaya deeskalasi guna mencegah meluasnya konflik.