Aimas - Peristiwa penembakan yang menewaskan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, serta pembakaran pesawat di Desa Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, memantik keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Tokoh agama sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sorong, Pdt. Thomson F. E. Elias, M.Th., menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kemanusiaan tersebut.

"Peristiwa ini sangat memprihatinkan dan meninggalkan rasa duka yang sangat dalam bagi kita semua," ujar Pdt. Thomson saat memberikan keterangan di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Papua sebagai Tanah Injil dan Seruan Kasih
Pdt. Thomson mengingatkan kembali bahwa Papua adalah daerah Injil, di mana ajaran tentang kasih Tuhan senantiasa digaungkan. Menurutnya, berbicara tentang Papua tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai Injil yang membawa damai. Oleh karena itu, ia berharap agar setiap konflik yang terjadi di atas Tanah Papua dapat diselesaikan dengan pendekatan hati yang penuh kasih.
"Papua adalah daerah Injil, yang di dalamnya Kasih Tuhan diajarkan. Menyebut dan berbicara tentang Papua adalah juga berbicara mengenai Injil. Untuk itu, diharapkan kiranya persoalan di atas Tanah Papua dapat diselesaikan dengan dasar kasih dan cinta kepada sesama," ungkapnya.

Menolak Rasa Takut, Dorong Penegakan Hukum yang Adil
Lebih lanjut, Ketua FKUB ini menegaskan bahwa seluruh masyarakat yang hidup di atas Tanah Papua berhak menikmati kesejahteraan dan kedamaian tanpa dibayangi rasa takut dalam beraktivitas. Ia menekankan bahwa segala bentuk tindakan kekerasan tidak boleh dibiarkan dan harus dipertanggungjawabkan secara hukum.
"Masyarakat harus merasa aman. Segala tindakan kekerasan yang dilakukan harus dapat dipertanggungjawabkan secara adil," tegas Pdt. Thomson.
Ia juga meminta agar persoalan ini dilihat secara objektif oleh semua pihak agar akar permasalahannya dapat ditemukan. Pdt. Thomson menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum untuk mengambil langkah yang bijaksana namun tegas terhadap pihak-pihak yang memicu kekacauan, demi mencegah terjadinya peristiwa serupa di masa depan.

Ajakan Menjaga Persatuan dan Kedepankan Kearifan Lokal
Mengakhiri keterangannya, Pdt. Thomson F. E. Elias mengajak seluruh lapisan masyarakat di Tanah Papua untuk tetap tenang, menjaga persatuan, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Ia mendorong agar budaya kearifan lokal kembali dikedepankan sebagai instrumen dialog dalam menyelesaikan setiap dinamika dan persoalan yang dihadapi di Papua.
"Mari kita saring setiap informasi yang didapat supaya tidak terprovokasi. Ke depan, mari kita kedepankan budaya kearifan lokal sebagai upaya dialog dalam menangani setiap persoalan," pungkasnya.