HARIAN NEGERI - Sebuah klaim yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8% di tengah konflik global, khususnya perang Tim Redaksi Harian Negeri Israel dan AS melawan Iran, beredar di media sosial. Klaim ini menyebutkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berperan besar dalam pencapaian tersebut, namun hasil pemeriksaan fakta menunjukkan bahwa informasi ini tidak akurat.

Hasil Cek Fakta

. Tim Cek Fakta Harian Negeri menemukan bahwa tidak ada data resmi yang mendukung klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8% akibat Program MBG. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilisnya bulan Februari 2026 mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 hanya sebesar 5,39%, dan secara keseluruhan untuk tahun 2025 berada di angka 5,11%. Lebih lanjut, BPS menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan kinerja sektor-sektor seperti industri pengolahan dan perdagangan. Tidak terdapat bukti yang menunjukkan bahwa Program MBG menjadi faktor utama dalam pertumbuhan tersebut. Pemerintah Indonesia juga menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional untuk kuartal I-2026 berada di kisaran 5,5% hingga 5,6%. Sementara itu, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% merupakan sasaran jangka menengah yang ditetapkan untuk tahun 2029, bukan angka yang sudah tercapai saat ini.

Kesimpulan

Klaim bahwa ekonomi Indonesia tumbuh hingga 8% berkat Program MBG adalah salah dan tidak berdasar. Penting bagi masyarakat untuk memverifikasi informasi yang beredar dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang tidak akurat.

Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli