HARIAN NEGERI, Jakarta - Lifter muda Indonesia, Delima Yunia Susanti, terus menjaga semangat berlatih usai mencetak rekor dunia kategori rookie kelas 79 kilogram putri pada ajang World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship 2026 di Thailand.

“Terima kasih kepada para pelatih, senior-senior semuanya yang sudah mendukung saya terus menerus. Harapan saya ke depan bisa menjadi lebih baik, tetap semangat berlatih, tidak banyak mengeluh dan bisa memenuhi target,” ujar Delima dalam keterangan resmi NPC Indonesia yang dikutip di Jakarta, Selasa.

Kejuaraan yang berlangsung pada 7–12 April di Bangkok tersebut menjadi panggung penting bagi atlet para angkat berat dari kawasan Asia dan Oseania. Indonesia sendiri menurunkan 12 atlet terbaiknya untuk bersaing di berbagai nomor.

Di tengah persaingan ketat, Delima tampil mencuri perhatian. Meski berstatus debutan dan menjadi atlet termuda di kontingen Indonesia, ia berhasil menyumbangkan empat medali emas sekaligus.

Empat emas tersebut diraih dari kategori best lift rookie open, best lift rookie Asia, total lift rookie open, dan total lift rookie Asia. Tak hanya itu, Delima juga mencatatkan angkatan terbaik 93 kilogram yang sekaligus memecahkan rekor dunia di kelasnya.

Meski tampil impresif, Delima mengaku sempat diliputi rasa gugup saat menghadapi para atlet senior dari berbagai negara. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan kariernya.

“Di lubuk hati, saya sangat takut berhadapan dengan para senior. Akan tetapi, saya senang bisa bertanding di event sebesar ini,” katanya.

Keberhasilan ini tidak membuatnya cepat puas. Delima menyadari tantangan ke depan akan semakin berat, terutama saat bersaing di kategori open maupun ajang multicabang seperti Asian Para Games hingga Paralimpiade.

Ia pun bertekad untuk terus meningkatkan kemampuan teknik dan mental bertanding, serta menjaga konsistensi latihan agar dapat meraih prestasi lebih tinggi di masa depan.

Secara keseluruhan, kontingen Indonesia mencatatkan performa solid dengan raihan 25 medali, terdiri dari enam emas, empat perak, dan 15 perunggu. Hasil tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-10 klasemen akhir, sementara Uzbekistan tampil sebagai juara umum.