HARIAN NEGERI, Jawa Barat - Bank Rakyat Indonesia (BRI) meluncurkan Program BRInita (BRI Bertani di Kota) sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk memberdayakan perempuan di Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan melalui kegiatan urban farming yang dapat dilakukan di lahan terbatas.
BRInita menyediakan bantuan berupa pembangunan fisik seperti rumah tanaman atau greenhouse, yang dapat digunakan untuk tiga metode urban farming: vertikultur, hidroponik, dan wall gardening. Ketiga metode ini memungkinkan perempuan untuk menanam berbagai jenis tanaman hortikultura yang bernilai ekonomi, seperti sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat.
Selain memberikan bantuan fisik, BRI juga menyelenggarakan pelatihan pengelolaan urban farming bagi anggota kelompok. Pelatihan ini melibatkan tenaga ahli dan instansi terkait untuk memastikan pengelolaan yang baik dan meningkatkan nilai ekonomi dari hasil panen.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa Program BRInita bertujuan untuk mendorong peran aktif perempuan dalam ketahanan pangan keluarga dan komunitas. Program ini juga mendukung kelestarian lingkungan, terutama di daerah padat penduduk.
Sejak diluncurkan pada tahun 2022, BRInita telah memberdayakan 40 kelompok di 40 lokasi ruang terbuka hijau di seluruh Indonesia, melibatkan 1.351 individu. Program ini berkontribusi 47% dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bagi perempuan yang terlibat.
BRInita juga berkontribusi terhadap lingkungan dengan menghasilkan 25.828 tanaman sayuran dan produk organik lainnya. Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mengatasi kelaparan dan menciptakan kota berkelanjutan.
Dhanny menambahkan bahwa program ini merupakan wujud nyata semangat pemberdayaan perempuan, sejalan dengan nilai perjuangan R. A. Kartini. Dengan memanfaatkan lahan terbatas, perempuan diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan berkontribusi pada ekonomi lokal.


Komentar