HARIAN NEGERI, Jakarta – Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 resmi digelar pada 5–7 Juni 2026 di Hotel Merlyn Jakarta dengan mengusung tema "Mengabdi Untuk Negeri". Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan peran Kosgoro 1957 dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan dan pembangunan nasional.
Dalam sambutannya, Jum'at (5/6/2026) Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, Dave Laksono, menegaskan bahwa Kosgoro hadir di tengah keberagaman dan perbedaan sebagai salah satu pilar utama pendiri Sekretariat Bersama bersama SOKSI dan MKGR. Menurutnya, Kosgoro bukan sekadar organisasi pendukung, melainkan bagian dari fondasi yang menopang perjalanan dan pergerakan bangsa.
"Kosgoro hadir di pondasi, bukan sekadar pendukung. Tantangan yang kita hadapi saat ini bukan lagi perbedaan konsep, melainkan menguatnya politik identitas yang berpotensi memecah persatuan bangsa," ujar Dave Laksono.
Ia menegaskan bahwa manusia seharusnya dinilai dari karya nyata yang diberikan kepada bangsa dan negara. Dalam konteks tersebut, Pancasila harus terus menjadi panduan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui semangat gotong royong.
Menurut Dave, Kosgoro harus terus hadir dan berbuat nyata untuk masyarakat. Organisasi ini juga menegaskan dukungannya terhadap terwujudnya Indonesia yang berdaulat dan berkeadilan.
"Sudah saatnya Kosgoro 1957 berperan untuk rakyat bukan hanya saat pemilihan umum, tetapi melalui kerja-kerja nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," katanya.
Sebagai organisasi yang mengakar di tengah rakyat dan menjadi salah satu kekuatan penggerak Partai Golkar, Kosgoro 1957 juga menekankan pentingnya regenerasi organisasi. Dave mengingatkan bahwa organisasi yang tidak menyiapkan generasi penerus pada hakikatnya sedang menyiapkan kepunahannya sendiri.
Dalam kesempatan tersebut, Dave Laksono mengusulkan empat program strategis Kosgoro 1957 ke depan, yaitu:
- Mendukung dan memperkuat program koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat.
- Meningkatkan kepedulian terhadap UMKM melalui pendampingan, mentoring, dan pemanfaatan teknologi bagi jutaan pelaku usaha di Indonesia.
- Mengembangkan kaderisasi berbasis keahlian dan keterampilan yang tersebar di seluruh Indonesia.
- Memperkuat jaringan perempuan dan generasi muda dengan memberikan ruang, kesempatan, serta sumber daya yang memadai agar dapat bergerak lebih mandiri dan produktif.
Dave menegaskan bahwa keempat program tersebut bukanlah agenda baru, melainkan bagian dari DNA perjuangan Kosgoro 1957 yang telah dibangun sejak lama. Namun, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, penguatan program-program tersebut menjadi semakin relevan dan mendesak.
Melalui Musyawarah Besar V ini, Kosgoro 1957 berkomitmen untuk terus mengabdi kepada negeri, memperkuat persatuan nasional, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.


Komentar