HARIAN NEGERI, Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Al Wafa, melalui Kementerian Sosial Masyarakat, melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang komprehensif di Desa Sukaharja, Kecamatan Suka Makmur.
Program ini digelar dari tanggal 18-24 Januari 2026, mencakup pengajaran interaktif untuk anak-anak dan remaja, pembagian sembako kepada keluarga kurang mampu, serta kegiatan sosial lain yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat ikatan sosial di desa.
Menurut Presiden Mahasiswa Romadhon Hutabarat, pengabdian kepada masyarakat merupakan wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kegiatan ini menuntut mahasiswa untuk hadir secara aktif dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui BEM, pengabdian ini bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian, tanggung jawab sosial, dan jiwa kepemimpinan mahasiswa,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pengabdian semacam ini membentuk karakter mahasiswa yang peduli, berintegritas, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Menteri Sosial Masyarakat sekaligus Ketua Pelaksana, Nurvie Fuady, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar formalitas.
“Pengabdian masyarakat adalah nyala semangat yang membara, mendorong mahasiswa untuk hadir dan memberi manfaat nyata. Melalui pengajaran, pembagian sembako, dan program sosial lainnya, kegiatan ini menyalakan energi kepedulian, membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas, dan menghadirkan perubahan positif yang nyata di Desa Sukaharja,” tegasnya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menjadi agen transformasi sosial yang menghadirkan aksi nyata sekaligus inspiratif.
Dari pandangan Public Relations, Jahid Lil Haq berargumen bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menjadi strategi penting untuk membangun citra positif BEM.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana komunikasi dua arah antara mahasiswa dan masyarakat, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik. BEM hadir sebagai organisasi yang peduli, responsif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial, sekaligus memperkuat legitimasi mahasiswa sebagai mitra masyarakat dalam pembangunan sosial berkelanjutan,” ujarnya.
Selama satu pekan penuh, masyarakat Desa Sukaharja menyambut hangat kehadiran mahasiswa BEM Al Wafa. Kegiatan pengajaran berlangsung interaktif, dengan metode yang memotivasi anak-anak untuk belajar sambil bermain.
Pembagian sembako dan program sosial lainnya memberikan bantuan langsung kepada keluarga yang membutuhkan, sekaligus menunjukkan kepedulian nyata mahasiswa terhadap tantangan sehari-hari yang dihadapi masyarakat.
Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh BEM Al Wafa menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelajar atau pemikir akademis, tetapi juga sebagai aktor sosial yang mampu menghadirkan perubahan positif.
Inisiatif ini membuktikan bahwa kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial mahasiswa dapat diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang membumi, berdampak langsung, dan menginspirasi seluruh komunitas di Desa Sukaharja.
Kegiatan ini bukan sekadar program rutin, melainkan sebuah transformasi sosial yang menggabungkan pelayanan, pendidikan, dan penguatan karakter dalam satu rangkaian aksi yang harmonis dan bermakna.

Komentar