HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Tidak Benar, Mahfud MD Hadirkan Anak Hari Mulyono di Podcast'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial.

Hasil Pemeriksaan Fakta

Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan. Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

Tim Redaksi Harian Negeri - Beredar sebuah unggahan dengan klaim Mahfud MD menghadirkan anak almarhum Hari Mulyono, yaitu ipar dan rekan seangkatan Joko Widodo di Fakultas Kehutanan UGM dalam podcast Terus Terang. Menurut narasi dalam unggahan, undangan tersebut diklaim dilakukan karena ijazah Hari Mulyono dicuri demi kepentingan pemilu Jokowi. Unggahan ini dibagikan oleh akun Facebook @Alif P (arsip) pada Sabtu (7/02/2026). Dalam unggahannya, terdapat foto Jokowi dan anaknya, Gibran Rakabuming Raka, dengan Mahfud MD yang diklaim menghadirkan anak mendiang Hari Mulyono. Terdapat juga potret Hari Mulyono bersama istri dan anaknya pada tahun 1986/1987. Foto mendiang Hari Mulyono ini diklaim sama persis dengan foto ijazah SMA, ijazah UGM serta buku nikah milik Jokowi. Mahfud MD Hadirkan Hari Mulyono. foto/hotline periksa fakta Tim Redaksi Harian Negeri #gpt-inline3-passback{text-align:center;} “Mahfud MD Terus Terang: Hadirkan anak Almarhum Hari Mulyono. Ijazah ayahnya dicur1 demi kepentingan pemilu Jokowi...” tulis pengunggah di keterangan unggahannya. #gpt-inline4-passback{text-align:center;} Hingga Senin (09/02/2026), unggahan tersebut sudah mendapatkan 526 tanda reaksi, 246 komentar dan 126 kali dibagikan. Unggahan serupa juga ditemukan di Facebook melalui akun lainnya, yaitu ini. Lantas, benarkah Mahfud MD menghadirkan anak mendiang Hari Mulyono dalam podcast Terus Terang?

Kesimpulan

Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli