HARIAN NEGERI, Jakarta - Atlet para angkat berat Indonesia, Abdul Hadi, menjadikan dua medali emas yang diraihnya pada ajang World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship 2026 di Thailand sebagai motivasi untuk mengejar tiket ke Paralimpiade Los Angeles 2028.

“Ini sangat memotivasi saya untuk mengejar poin ke Paralimpiade dengan meningkatkan angkatan. Semoga 2028 nanti saya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Abdul dalam keterangan resmi NPC Indonesia yang dikutip di Jakarta, Selasa.

Pada kejuaraan yang berlangsung di Bangkok, 7–12 April tersebut, Abdul tampil gemilang di kelas 49 kilogram putra dengan mencatatkan angkatan terbaik 179 kilogram. Catatan itu mengantarkannya meraih dua medali emas dari kategori best lift elite open dan best lift Asia.

Ia sukses mengungguli rival utamanya, Le Van Cong, yang mencatatkan angkatan 163 kilogram, serta wakil Kazakhstan, Yerbolat Karibay, dengan angkatan 157 kilogram.

Prestasi ini sekaligus menjadi momentum kebangkitan bagi Abdul setelah sebelumnya gagal meraih hasil maksimal pada kejuaraan di Mesir.

“Waktu ikut kejuaraan di Mesir saya gagal, jadi saya membayarnya sekarang. Ini membuktikan bahwa saya sudah bisa melangkah sejauh ini,” katanya.

Lebih dari sekadar kemenangan, angkatan 179 kilogram tersebut juga menjadi ajang “balas dendam” atas kekalahannya dari Le Van Cong pada ASEAN Para Games 2025, di mana Abdul harus puas dengan medali perak setelah kalah tipis.

Abdul mengakui bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan keluarga, rekan, serta pelatih yang terus memberikan semangat.

“Prestasi ini juga karena doa-doa dari keluarga, teman saya di Kalimantan Barat, juga dari pelatih-pelatih saya. Tanpa dukungan mereka, saya bukan apa-apa,” ujarnya.

Ke depan, Abdul menargetkan peningkatan performa untuk bisa bersaing di level tertinggi. Ia menyoroti capaian emas Paralimpiade Paris 2024 yang diraih atlet Yordania, Omar Qarada, dengan angkatan 181 kilogram—hanya terpaut dua kilogram dari catatannya saat ini.

“Tentu saya harus latihan lebih keras, meningkatkan performa, dan menaikkan angkatan. Semoga saat bertemu lawan-lawan yang belum hadir, saya masih bisa bersaing,” kata Abdul.

Secara keseluruhan, kontingen Indonesia yang menurunkan 12 atlet berhasil mengoleksi 25 medali, terdiri dari enam emas, empat perak, dan 15 perunggu. Hasil tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-10 klasemen akhir, sementara Uzbekistan keluar sebagai juara umum.

Selain Abdul, kontribusi emas juga datang dari Delima Yunia Susanti yang meraih empat medali emas sekaligus di kelas rookie 79 kilogram putri, termasuk memecahkan rekor dunia.

Capaian ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi Asian Para Games 2026 sekaligus membuka peluang menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.