HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Video “Misil Israel Hantam Mekkah, Tewaskan Puluhan WNI yang Beribadah Haji”'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Sukmana Wijaya” pada berisi narasi: “sungguh mengerikan sekali bom israel menyasar ke tempat suci mekah  puluhan orang dari Indonesia yang naik haji meninggal di tempat” Hingga unggahan ini telah ditonton sebanyak 844 tanda suka, 289 komentar, dan dibagikan 82 kali. Video yang beredar memperlihatkan dua misil yang meledak di sebuah kota.

Dalam video tersebut juga terdengar suara seorang pria berteriak “awas” secara histeris, disusul teriakan orang lain di sekitarnya. Tim Pemeriksa Fakta (

Dalam video yang diunggah akun tersebut, tidak terdengar teriakan berbahasa Indonesia saat misil menghantam daratan. Hal ini menunjukkan bahwa video yang beredar di Facebook telah mengalami penyuntingan. Selain itu, berdasarkan keterangan pada deskripsi video, peristiwa tersebut merupakan serangan terhadap Ibu Kota Iran, bukan serangan ke Mekkah.

Lebih lanjut, perlu diluruskan bahwa berdasarkan informasi dari muhammadiyah.or.id, juru bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ihsan Marsa, menyampaikan bahwa ibadah haji tahun 2026 baru akan dimulai pada 21 April. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa video yang beredar di Facebook bukan merupakan serangan misil yang menyasar Kota Mekkah maupun yang menewaskan jemaah haji Indonesia. Salah Sumber: [tangkapan layar] [sumber] [sumber] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH.

Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli