Hasil Cek Fakta
. Video yang diunggah oleh akun TikTok "arkanest.studio" pada Rabu, 18 Maret 2026, menunjukkan gedung tinggi yang terbakar. Narasi dalam video tersebut mengaitkan peristiwa kebakaran itu dengan meningkatnya ketegangan Tim Redaksi Harian Negeri Iran dan Israel, serta menyebutkan adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat serangan rudal. Namun, tim pemeriksa fakta dari Harian Negeri menemukan bahwa video tersebut sebenarnya berasal dari kebakaran yang terjadi di distrik Tai Po, Hong Kong, pada 26 November 2025. Penelusuran menggunakan Google Image Search menunjukkan bahwa video ini telah beredar sebelumnya dan tidak ada hubungannya dengan konflik di Timur Tengah. Lebih lanjut, insiden kebakaran di Hong Kong tersebut adalah salah satu yang paling mematikan, mengakibatkan 159 orang tewas dan banyak lainnya terluka. Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong juga mengonfirmasi bahwa banyak WNI yang tinggal di kawasan tersebut saat kebakaran terjadi, namun tidak ada kaitannya dengan situasi di Israel. Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa video tersebut adalah kebakaran di Tel Aviv setelah serangan Iran adalah hoaks. Penggunaan video yang menyesatkan ini berpotensi menambah ketegangan dan misinformasi di masyarakat.Kesimpulan
Penting bagi masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya. Ketidakakuratan informasi dapat menyebabkan kebingungan dan meningkatkan ketegangan sosial, terutama dalam konteks konflik internasional.Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar