HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Tanpa Pakai Obat, Memijat Jari Mampu Sembuhkan Penyakit'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun TikTok “santrigunung” pada mengunggah video [arsip] mengenai klaim bahwa berbagai penyakit dapat disembuhkan tanpa obat melalui teknik pijat pada jari. Unggahan tersebut menyertakan petunjuk untuk menekan atau memijat titik-titik tertentu di jari yang disebut-sebut mampu mengatasi beragam gangguan kesehatan.

Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 90 kali, disukai sebanyak 90 akun, dan disimpan lebih dari 40 akun. Tim Pemeriksa Fakta

Merujuk hasil verifikasi Tim Cek Fakta Tempo, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Zubairi Djoerban, menjelaskan bahwa terdapat lebih dari 700 publikasi ilmiah mengenai akupresur, teknik pengobatan tradisional asal Tiongkok yang dilakukan dengan memberikan tekanan pada titik-titik tertentu di tubuh. Sejauh ini, penelitian yang ada umumnya menunjukkan bahwa akupresur dapat membantu meredakan nyeri dan memberikan efek relaksasi. Karena itu, dalam dunia medis metode tersebut dikategorikan sebagai pengobatan komplementer atau pendamping pengobatan standar, bukan sebagai pengganti terapi medis.

Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa kombinasi akupuntur dan akupresur dapat memberikan manfaat tambahan, seperti membantu meningkatkan kualitas tidur pada pasien kanker payudara. Namun, manfaat tersebut tidak menunjukkan bahwa pijatan pada jari dapat menyembuhkan penyakit. Oleh karena itu, pasien yang sedang menjalani pengobatan tetap dianjurkan untuk melanjutkan terapi medis sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Salah Sumber: [sumber] Redaksi Harian Negeri/archive/... Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli