HARIAN NEGERI, Jakarta - Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mandailing Natal menyelenggarakan Seminar Gamifikasi dalam Pembelajaran MI: Cara Seru Mengajar di Era Digital yang dipadukan dengan konsep edupreneurship pada Senin (8/6/2026), bertempat di Gedung Aula Terpadu Lantai III, Mandailing Natal.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 100 mahasiswa semester VI dari empat kelas ini merupakan salah satu upaya Prodi PGMI dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai dengan profil lulusan.

Selain memiliki kemampuan pedagogik yang baik, lulusan PGMI juga diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital dan mengembangkan jiwa kewirausahaan di bidang pendidikan.

Seminar dibuka oleh Wakil Ketua II STAI Mandailing Natal, Irma Suryani Siregar yang hadir mewakili Ketua STAI Mandailing Natal, Mara Samin Lubis. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital menuntut calon guru untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran sekaligus mampu melihat peluang yang dapat mendukung pengembangan profesi di masa depan.

Ketua Program Studi PGMI, Rahmi Seri Hanida, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai strategi pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan melalui gamifikasi, sekaligus memperkenalkan konsep edupreneurship yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Sementara itu, Rica Umrina Lubis, selaku Sekretaris Program Studi PGMI sekaligus Ketua Panitia, menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya siap menjadi pendidik profesional, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri melalui berbagai peluang yang tersedia di era digital.

Pada seminar ini hadir dua narasumber yang membawakan materi sesuai dengan kebutuhan dan profil lulusan PGMI.

Darania Anisa, menyampaikan materi tentang affiliate marketing dan strategi menjadi afiliator. Dalam pemaparannya, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai peluang ekonomi digital, cara membangun jaringan pemasaran, serta pemanfaatan media sosial secara positif dan produktif.

Selanjutnya, Ahmad Afandi, membawakan materi tentang personal branding dan content creator. Materi ini memberikan bekal kepada mahasiswa mengenai pentingnya membangun citra diri yang profesional, menciptakan konten edukatif yang bermanfaat, serta memanfaatkan platform digital sebagai sarana pengembangan karier dan profesi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan terkait gamifikasi, affiliate marketing, personal branding, dan pengembangan konten digital menjadi bukti tingginya minat mahasiswa terhadap materi yang disampaikan.

Melalui seminar ini, Prodi PGMI STAI Mandailing Natal berharap mahasiswa mampu mengembangkan kompetensi yang sejalan dengan profil lulusan, yaitu menjadi pendidik yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki jiwa edupreneur yang dapat membuka peluang dan memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan di era digital.