HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Program MBG Bakal Diberikan Dua Kali Sehari, Sarapan dan Makan Siang'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Beredar foto [arsip] dari akun TikTok “bolonemase_semarang” pada , isinya memperlihatkan Presiden Prabowo sedang bersama sejumlah pelajar Sekolah Dasar (SD). “Karena ada secuil pihak yang terus meminta agar program MBG dihentikan Maka per 1 Juni 2026 porsi MBG akan ditambah menjadi 2 porsi per hari (sarapan dan makan siang” Hingga , konten itu menuai hampir 70 tanda suka dan dibagikan ulang belasan kali.
Tim Pemeriksa Fakta
Hasilnya, ditemukan pemberitaan
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan formal berbasis asrama (boarding school) yang diinisiasi pemerintah. Tidak ditemukan rencana penambahan porsi MBG menjadi makan siang dan sarapan. Lebih lanjut, berita terkini soal MBG adalah perombakan jajaran pimpinan di BGN, yakni lembaga pemerintah nonkementerian yang merumuskan dan melaksanakan kebijakan terkait pemenuhan gizi nasional, termasuk mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dilansir dari laporan bisnis.com, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S.
Deyang sebagai Kepala BGN yang baru (menggantikan Dadan Hindayana). Salah Sumber: [sumber] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar