HARIAN NEGERI - Klaim bahwa Menteri Keuangan Purbaya menyatakan Indonesia memiliki terlalu banyak lembaga tidak bermanfaat yang menghabiskan anggaran negara adalah informasi yang keliru. Pernyataan tersebut beredar melalui unggahan video di platform media sosial dengan narasi yang tidak sesuai dengan fakta resmi.

Hasil Cek Fakta

Unggahan video yang beredar pada awal Januari 2026 tersebut mengutip pernyataan yang diklaim diucapkan Purbaya di hadapan Prabowo. Narasi dalam konten menyebutkan adanya lembaga-lembaga pemerintah yang dinilai tidak memberikan manfaat namun tetap mengonsumsi anggaran negara. Penelusuran mendalam oleh Tim Cek Fakta Harian Negeri tidak menemukan bukti kredibel yang mendukung klaim tersebut. Pencarian terhadap berbagai sumber resmi dan pemberitaan terverifikasi menunjukkan pernyataan yang sama sekali berbeda dari Menteri Keuangan. Dalam pemberitaan November 2025, Purbaya justru membahas pengembalian anggaran sebesar Rp3,5 triliun oleh beberapa kementerian dan lembaga karena ketidakterapan dana. Kebijakan ini merupakan bagian dari fleksibilitas fiskal untuk mengalihkan anggaran ke program prioritas atau pembayaran utang negara. Tidak ada catatan resmi maupun pernyataan publik yang menyebutkan kritik terhadap keberadaan lembaga pemerintah sebagai tidak bermanfaat. Fokus pembahasan justru pada optimalisasi penyerapan anggaran dan efisiensi penggunaan dana publik.

Kesimpulan

Informasi yang beredar merupakan distorsi dari pernyataan resmi mengenai pengelolaan anggaran negara. Penyebaran klaim keliru semacam ini dapat menciptakan persepsi negatif yang tidak berdasar terhadap institusi pemerintah. Publik diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui sumber-sumber resmi sebelum menyebarkannya. Literasi media yang baik menjadi kunci dalam mencegah penyebaran narasi yang tidak akurat di ruang digital.

Sumber rujukan: Data Asli