HARIAN NEGERI, Jakarta — Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Sumatera Selatan menggelar kegiatan Refleksi Hari Bangkit Ke-79 PII & Simposium Pendidikan pada Jumat (8/5/2026) di Rumah Dinas Wali Kota Palembang. Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneguhkan Peran Pelajar dalam Membangun Pendidikan dan Peradaban.”

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah kota dan pemerintah provinsi, tokoh pendidikan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, serta pelajar dari berbagai daerah di Sumatera Selatan. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi bersama mengenai tantangan pendidikan dan peran strategis pelajar dalam pembangunan bangsa.

Ketua Panitia kegiatan, Riyanti Lupitasari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PII dalam menjaga semangat perjuangan pelajar serta memperkuat kontribusi generasi muda terhadap dunia pendidikan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan antara pelajar, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun pendidikan yang lebih baik serta melahirkan generasi yang berintegritas dan berdaya saing,” ujarnya.

Simposium pendidikan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Di antaranya, Shinta Kencanasari dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Sumatera Selatan, serta Yusuf Wicaksono dari Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII).

Selain itu, Ketua Umum PW PII Sumatera Selatan, Jhordy Junior Fernando, turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya pelajar mengambil peran aktif dalam membangun masa depan pendidikan dan peradaban bangsa.

“Pelajar hari ini adalah penentu arah peradaban bangsa di masa depan. Pendidikan tidak cukup hanya melahirkan generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga harus membentuk karakter, integritas, dan kepedulian sosial. PII harus menjadi ruang kaderisasi yang mampu melahirkan pelajar yang kritis, berakhlak, dan memiliki keberanian untuk berkontribusi bagi umat dan bangsa,” ujar Jhordy.

Ia juga menilai bahwa tantangan pendidikan di era digital menuntut pelajar untuk mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai moral dan identitas kebangsaan.

“Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, pelajar harus mampu menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Pendidikan sejatinya bukan hanya proses transfer ilmu, tetapi juga upaya membangun kesadaran peradaban,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan rangkaian pemaparan materi, diskusi interaktif, dan refleksi perjalanan panjang PII sebagai organisasi pelajar Islam yang telah hadir selama 79 tahun dalam mengawal isu pendidikan dan kaderisasi pelajar di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, PW PII Sumatera Selatan berharap semangat Hari Bangkit PII dapat terus menjadi energi bagi pelajar untuk aktif berkontribusi dalam membangun pendidikan yang berkualitas serta peradaban bangsa yang maju dan berkeadaban.