HARIAN NEGERI -
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penanganan sampah secara nasional. Pernyataan ini disampaikan saat meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada. Kepala Negara menyampaikan bahwa inisiatif pengelolaan sampah seperti TPST BLE mulai diadopsi oleh berbagai daerah.
Ia menerima laporan dari Gubernur Jawa Tengah mengenai pengembangan model serupa di sedikitnya 13 kabupaten di wilayah tersebut. Presiden Prabowo menegaskan, pemerintah pusat akan memberikan dukungan langsung untuk pengembangan dan perbaikan sistem pengelolaan sampah. Hal ini bertujuan agar pengelolaan sampah menjadi lebih efektif di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyambut baik komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas yang menargetkan pencapaian zero waste to money pada tahun 2028.
Ia optimis bahwa target tersebut dapat tercapai melalui kerja sama yang solid antara pemerintah pusat dan daerah. "Pengolahan sampah kini menjadi prioritas nasional.
Dalam 2 hingga 3 tahun ke depan, kita harus dapat mengendalikan sampah di seluruh Indonesia," ungkap Presiden Prabowo.
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo juga menyoroti inovasi pemanfaatan hasil olahan TPST BLE, seperti produksi genteng yang dinilai efektif dan terjangkau. Ia membuka peluang agar produk tersebut dapat dimanfaatkan dalam program bantuan perbaikan rumah.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya penggunaan material yang lebih sehat dan estetis dalam pembangunan perumahan. Ia mendorong pengurangan penggunaan seng yang dapat berkarat, demi menciptakan lingkungan yang lebih baik dan menarik bagi masyarakat. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah menjadi pilar penting dalam pembangunan, tidak hanya untuk mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga untuk menciptakan nilai ekonomi, lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


Komentar