HARIAN NEGERI, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi kawasan Kota Tua menjadi salah satu destinasi utama wisata Jakarta.
Usai menghadiri acara Intimate Dialogue: Kota Tua Update, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, perubahan utama dalam revitalisasi kawasan Kota Tua yakni hadirnya MRT Jakarta yang ditargetkan rampung pada 2029. MRT Jakarta dibangun untuk mendukung aksesibilitas masyarakat dan wisatawan menuju Kota Tua dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).
Baca Juga :
Lonjakan Pengunjung TMR Selama Libur Paskah 2026Pramono juga menyoroti kerjasama dengan PT KAI untuk menghidupkan kembali lintasan kereta non-listrik menjadi KRL sepanjang 16 hingga 28 kilometer di kawasan tersebut. Rute ini diharapkan dapat meningkatkan moda transportasi dan mempermudah mobilitas masyarakat di Jakarta Utara.
Target Pramono adalah menyelesaikan layanan KRL menuju JIS pada Mei mendatang, sebagai bagian perayaan HUT Jakarta. Hadirnya layanan ini diharapkan mempermudah aksesibilitas masyarakat yang akan berkunjung ke JIS.
Pramono menekankan Kota Tua dan Kepulauan Seribu sebagai daya tarik pariwisata Jakarta di masa depan dengan peningkatan durasi kunjungan wisatawan mancanegara dan jumlah penerbangan ke Jakarta. Revitalisasi Kota Tua diarahkan sebagai tempat wisata untuk masyarakat menengah dengan akses transportasi KRL dan MRT.
Wakil Gubernur Rano Karno menjelaskan rencana revitalisasi Kota Tua untuk mengembalikan identitas Jakarta dan memperkuat posisinya sebagai kota global bersejarah. Zona inti Kota Tua akan difokuskan pada revitalisasi awal, termasuk alun-alun Fatahillah hingga Museum Bahari.
Pemprov DKI juga akan memprioritaskan fasilitas bagi UMKM dan pedagang kaki lima serta pembangunan area parkir. Tim revitalisasi akan segera berkantor di Kota Tua untuk memastikan kelancaran proses revitalisasi.


Komentar