HARIAN NEGERI, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi kawasan Kota Tua menjadi salah satu destinasi utama wisata Jakarta.
Usai menghadiri acara Intimate Dialogue: Kota Tua Update, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, perubahan utama dalam revitalisasi kawasan Kota Tua yakni hadirnya MRT Jakarta yang ditargetkan rampung pada 2029.
MRT Jakarta dibangun untuk mendukung aksesibilitas masyarakat dan wisatawan menuju Kota Tua. Karena itu, Pemprov DKI telah menyiapkan pembangunan dengan mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD).
Pramono juga menargetkan layanan KRL menuju JIS akan rampung pada Mei mendatang, sebagai kado HUT Jakarta. Hadirnya layanan baru ini diharapkan bisa mempermudah aksesibilitas masyarakat yang akan berkunjung ke JIS.
Pramono menyebut, Kota Tua dan Kepulauan Seribu akan menjadi daya tarik pariwisata Jakarta pada tahun-tahun mendatang. Tercatat, saat ini durasi kunjungan wisatawan mancanegara di Jakarta telah meningkat dari 1,5 hari menjadi hampir 2,8 hari.
Wakil Gubernur Rano Karno menjelaskan, rencana revitalisasi Kota Tua untuk mengembalikan identitas Jakarta sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota global yang berakar pada sejarah dan budaya.
Ia mengungkapkan, Kota Tua dibagi menjadi tiga zona, yakni zona inti, zona pengembangan, dan zona penunjang. Pada tahap awal, revitalisasi akan difokuskan pada zona inti yang mencakup alun-alun Fatahillah hingga Museum Bahari.
Pemprov DKI juga akan memprioritaskan penyediaan fasilitas bagi para UMKM dan pedagang kaki lima serta pembangunan area parkir.


Komentar