HARIAN NEGERI, Jakarta - Pelajar Islam Indonesia (PII) menggelar peringatan Hari Bangkit Nasional (Harbanas) ke-79 di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (5/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran kader dalam menjawab tantangan zaman.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dan kader PII. Suasana berlangsung khidmat namun penuh semangat kebangkitan, sejalan dengan tema yang diusung tahun ini.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia, Amaal menekankan pentingnya menjaga semangat perjuangan yang menjadi fondasi organisasi sejak awal berdiri. Ia mengingatkan bahwa PII lahir dari rahim sejarah bangsa yang sarat dengan nilai pengorbanan dan idealisme.

“Perjuangan PII tidak boleh berhenti pada romantisme sejarah. Kita harus terus melanjutkan estafet perjuangan dengan militansi yang kuat dan gerakan yang nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya militansi kader dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Menurutnya, kader PII harus mampu menjadi pelopor perubahan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Selain itu, aspek pergerakan menjadi fokus utama dalam pidatonya. Ia mendorong seluruh kader untuk tidak hanya aktif secara internal organisasi, tetapi juga hadir dan berkontribusi dalam isu-isu strategis di tengah masyarakat, termasuk pendidikan, sosial, dan ketahanan pangan.

Peringatan Hari Bangkit PII ke-79 ini diharapkan menjadi titik tolak bagi seluruh kader untuk memperkuat komitmen perjuangan, meningkatkan militansi, serta mengakselerasi gerakan organisasi demi terwujudnya Indonesia yang lebih maju dan berdaya.