Sorong - Setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), peringatan HARDIKNAS ini merupakan momentum bersejarah guna merefleksi perjalanan pendidikan di Indonesia, yang diharapkan terus meningkat dari berbagai indikator, oleh karena itu refleksi dimaksud harus dilakukan bersama-sama agar cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai tertuang dalam UUD 1945 dapat terwujud.

 

Senator DPD RI - H. Hartono pada peringatan HARDIKNAS tahun 2026 mengatakan ada sejumlah hal yang patut diperhatikan pemerintah agar pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan berjalan sehingga kesenjangan pendidikan di Indonesia termasuk di tanah Papua dapat teratasi.

" Ada 5 hal yang harus menjadi fokus utama Pendidikan harus jadi perhatian Pemerintah di Papua Barat Daya, diantaranyaKesenjangan Kualitas, terdapat kesenjangan akses pendidikan yang tinggi antara Papua dan daerah lain di Indonesia bagian barat, khususnya di daerah-daerah pedalaman, Minimnya Tenaga Pengajar, belum meratanya distribusi tenaga pengajar ke seluruh daerah-daerah di PBD, terutama di daerah 3T, bahkan beberapa sekolah hanya memiliki satu guru untuk satu sekolah, Sarana dan Prasarana Kurang, banyak sekolah di daerah di PBD memiliki ruangan yang tidak layak fungsi, rusak, dan minim buku pelajaran" kata Hartono.

" Selain itu persoalan Geografis dan Aksesibilitas, kondisi geografis yang menantang, seperti wilayah kepulauan yang sulit dijangkau, menghambat distribusi kebutuhan pendidikan, juga yang tidak kalah penting Faktor Keamanan dan Konflik, Konflik di beberapa distrik, sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar" lanjut Hartono.

Selain persoalan kesenjangan kualitas, tidak meratanya distribusi tenaga pengajar dan terbatasnya sarana prasarana, persoalan geografis dan keamanan menjadi faktor-faktor yang akan mempengaruhi pemerataan pendidikan di Papua Barat Daya.