HARIAN NEGERI - Sebuah video yang mengklaim pembukaan rekrutmen tahun 2026 oleh PT PLN (Persero) beredar luas di berbagai platform media sosial dan menarik perhatian publik, khususnya para pencari kerja. Konten tersebut menampilkan informasi mengenai periode pendaftaran, kualifikasi pendidikan, serta penekanan bahwa proses pendaftaran tidak dipungut biaya.

Narasi yang disampaikan dalam video tersebut terlihat meyakinkan sehingga memunculkan ekspektasi tinggi bagi masyarakat yang sedang mencari peluang karier di perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.

Hasil Cek Fakta

Tim Cek Fakta Harian Negeri melakukan penelusuran terhadap klaim yang beredar dengan memverifikasi informasi melalui kanal resmi PLN. Hasil investigasi menunjukkan bahwa hingga saat ini tidak ada pengumuman resmi terkait pembukaan rekrutmen PLN untuk tahun 2026.

Prosedur rekrutmen di perusahaan BUMN seperti PLN biasanya diumumkan secara terbuka melalui situs resmi perusahaan dan kanal komunikasi resmi lainnya. Berdasarkan penelusuran redaksi pada laman rekrutmen resmi PLN di rekrutmen.pln.co.id, tidak ditemukan informasi terbaru mengenai rekrutmen tahun 2026.

Informasi terakhir yang tercantum pada portal tersebut adalah pembukaan rekrutmen PLN Group untuk jenjang S2 dan S1 Bidang Hukum Tahun 2025 yang berlangsung pada November 2025.

Redaksi juga menelusuri tautan yang disertakan dalam video viral tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tautan tersebut mengarah pada halaman yang meminta pengguna mengisi sejumlah data pribadi, seperti nama lengkap, asal provinsi, hingga nomor Telegram.

Praktik tersebut tidak sesuai dengan mekanisme rekrutmen resmi PLN. Dalam proses rekrutmen yang sah, pendaftaran dilakukan melalui portal resmi perusahaan dengan sistem yang terproteksi, bukan melalui tautan acak atau melalui platform komunikasi instan seperti Telegram.

Selain itu, periode pendaftaran yang disebutkan dalam video, yaitu 10 Januari hingga 27 Maret 2026, juga tidak sesuai dengan pola pengumuman rekrutmen resmi PLN yang biasanya disampaikan dengan tenggat waktu yang jelas melalui pengumuman resmi perusahaan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, klaim mengenai pembukaan rekrutmen PLN tahun 2026 yang beredar di media sosial tidak benar atau tidak memiliki dasar informasi resmi dari perusahaan.

Penyebaran informasi semacam ini berpotensi menyesatkan masyarakat, terutama pencari kerja yang dapat saja memberikan data pribadi mereka kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Redaksi mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi lowongan kerja melalui situs resmi perusahaan atau kanal komunikasi resmi sebelum mempercayai maupun membagikan informasi tersebut. Literasi digital yang baik, termasuk kemampuan mengenali sumber informasi yang kredibel dan memeriksa keabsahan tautan, menjadi langkah penting untuk menghindari berbagai bentuk penipuan daring yang semakin marak di ruang digital.


Sumber rujukan: Data Asli