HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[PENIPUAN] Pendaftaran Undian Berhadiah Bank Bengkulu'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun Facebook “Program Bank Bengkulu Berhadiah Tahun 2026” pada mengunggah informasi [arsip] mengenai undian berhadiah Bank Bengkulu, unggahan itu disertai dengan narasi sebagai berikut: Khusus Nasabah,(Bank Bengkulu), Yg sudah aktif terdaftar "Bengkulu Mobile" Ayo buruan daftar 𝙐𝙣𝙙𝙞𝙖𝙣 𝙂𝙚𝙗𝙮𝙖𝙧 Bank Bengkulu, Undian Gebyar Apresiasi dari, Bengkulu Mobile bisa langsung menang & bawa pulang banyak hadiah Menarik Di Bawah ini...!!! 150 Tiket Umroh Gratis & Haji Gratis Masih Banyak Hadiah Lainnya di Bank Bengkulu Untuk melanjut kan pendaftaran kupon undian BANK BENGKULU, ( BENGKULU MOBILE ) Tim Pemeriksa Fakta

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa akun tersebut bukan merupakan akun resmi milik Bank Bengkulu. Akun Facebook resmi bank tersebut telah terverifikasi dengan tanda centang biru, sedangkan akun yang menyebarkan informasi undian tidak memiliki tanda verifikasi tersebut. Penelusuran lebih lanjut pada kanal resmi Bank Bengkulu, termasuk situs web resminya, tidak menemukan adanya informasi mengenai program undian berhadiah dengan mekanisme sebagaimana yang diklaim dalam unggahan yang beredar.

Tidak ada pengumuman maupun publikasi resmi yang mendukung narasi tersebut. Sementara itu, Bank Bengkulu melalui Instagram resminya @bankbengkuluofficial telah menyampaikan peringatan kepada nasabah agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang mengatasnamakan bank tersebut. Salah Sumber: [sumber] Redaksi Harian Negeri/archive/1780408347.48389/index.html Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH.

Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli