HARIAN NEGERI, Jakarta - Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) periode 2026–2028 melaksanakan silaturahmi dengan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid , di Gedung Nusantara III Lantai 9, DPR RI pada Senin (13/4/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran pelajar dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa pelajar harus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan dampak positif bagi bangsa. Ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi PII dalam melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang energik dan berdaya juang tinggi.

“Pelajar harus aktif dalam dunia organisasi, terlebih di tingkat nasional. Ini menjadi ruang perjuangan yang lebih luas untuk mengisi peran strategis di level kebangsaan. Tidak bisa instan, semua harus melalui proses penggemblengan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa PII memiliki positioning yang jelas sebagai organisasi yang mengusung nilai pelajar, Islam, dan Indonesia. Ketiga aspek tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menyongsong masa depan bangsa.

“Tidak ada dikotomi antara Islam dan Indonesia. PII hadir sebagai penghubung keduanya. Kita harus memastikan bahwa kebangkitan PII menjadi penyokong agar Indonesia tidak cemas dan lemas, tetapi siap menghadapi tantangan global,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya kolaborasi serta penguatan orientasi gerakan di tengah masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya mengarahkan generasi muda, khususnya Gen Z, agar mampu mengubah kebiasaan negatif menjadi positif.

“PII harus melahirkan pelajar teladan menjadi peneliti, profesional, hingga tokoh yang mampu membawa nama besar bangsa. Semua bidang harus diisi untuk menyongsong 2045 oleh SDM yang kompeten,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB PII, Amsal , menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan kehormatan sekaligus langkah awal untuk memperluas sinergi dengan berbagai pihak.

“Pasca terpilih, kami telah menghimpun aspirasi pelajar dari seluruh Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Fokus gerakan PII ke depan mencakup penguatan kepelajaran, kaderisasi, kebudayaan, serta reformasi sistem kaderisasi yang adaptif terhadap digitalisasi,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa gerakan keummatan tidak boleh terputus dan harus terus diperkuat sebagai bagian dari jalan perjuangan PII.

Selain itu, PB PII juga berkomitmen untuk memperluas penguatan organisasi hingga ke luar negeri, dengan menghimpun pelajar dan mahasiswa Indonesia di berbagai negara sebagai bagian dari gerakan pelajar Islam dan keindonesiaan.

“Komitmen dalam keislaman dan gerakan pelajar menjadi landasan utama kami untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan umat,” tutup Amsal.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara PII dan lembaga negara dalam membangun generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.