HARIAN NEGERI, Jakarta - Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) menggelar pertemuan silaturahmi dengan Staf Khusus Presiden Republik Indonesia bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabila Karbala, pada Kamis (7/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penyerahan undangan resmi, potensi kolaborasi program kepemudaan, hingga diskusi berbagai isu aktual nasional, khususnya di bidang ekonomi digital dan pemberdayaan generasi muda.

Dalam kesempatan itu, PB PII secara langsung menyerahkan undangan kepada Tiar Nabila Karbala untuk dapat hadir dan memberikan pandangan strategis dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PII yang akan datang. 

Kehadiran perwakilan pemerintah diharapkan dapat memperkaya perspektif para pimpinan wilayah PII se-Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan era digital.

Selain agenda undangan, fokus utama pembahasan adalah inisiasi kolaborasi antara PB PII dan pemerintah. Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah “Studentpreneurship” (Kewirausahaan Pelajar), yakni gerakan yang bertujuan mencetak wirausahawan muda dari kalangan pelajar yang adaptif terhadap teknologi, inovatif, serta memiliki daya saing di era digital.

Kedua pihak juga menilai pentingnya pengembangan program turunan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan peningkatan literasi digital, khususnya bagi generasi Z di berbagai daerah.

Diskusi turut berkembang pada pertukaran gagasan terkait isu-isu strategis nasional, seperti tantangan digitalisasi UMKM, kesenjangan akses teknologi di wilayah pelosok, serta peran organisasi pelajar dalam menjembatani solusi atas persoalan tersebut.

Sekretaris Jenderal PB PII periode 2026–2028, Atqiya Fadhil Rahman, menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal yang positif untuk membangun sinergi yang lebih konkret.

“Pertemuan hari ini menjadi langkah awal yang sangat positif bagi PB PII. Kami menyampaikan undangan khusus agar Bapak Tiar berkenan hadir di Rapimnas PII nanti untuk menyuntikkan semangat dan wawasan kepada kader-kader kami di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa PII ingin mengambil peran lebih aktif dalam pembangunan bangsa, tidak sekadar menjadi penonton, melainkan menjadi aktor utama dalam menjawab tantangan zaman.

“Melalui inisiasi kolaborasi program ‘Studentpreneurship’ dan literasi digital, kami berharap PII dapat bersinergi dengan pemerintah untuk mencetak generasi pelajar yang mandiri secara ekonomi dan melek teknologi,” tambahnya.

Sementara itu, Tiar Nabila Karbala menyambut baik inisiatif yang dibangun oleh PB PII dan menilai peran pelajar sangat strategis dalam mendorong transformasi digital nasional.

“Saya sangat mengapresiasi dan menyambut baik silaturahmi serta inisiatif proaktif dari teman-teman PB PII. Peran pelajar sangat krusial sebagai ujung tombak transformasi digital dan masa depan UMKM kita. Gagasan ‘Studentpreneurship’ ini sangat selaras dengan visi pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif sejak usia muda,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung kolaborasi tersebut dan mengupayakan kehadirannya dalam Rapimnas PII mendatang.

“Insyaallah, saya mengupayakan untuk bisa hadir di Rapimnas PII dan siap mendukung penuh langkah kolaborasi konkret ke depannya agar pemuda kita semakin berdaya,” tuturnya.

Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata. PB PII menegaskan komitmennya untuk mengawal hasil diskusi tersebut menjadi langkah nyata yang memberikan dampak luas bagi pelajar, umat, dan bangsa Indonesia.