Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan perusahaan harus memandang mudik pekerja sebagai bagian dari cara memanusiakan pekerja, bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Pesan itu disampaikan Yassierli saat melepas keberangkatan 1.431 pekerja dalam program mudik bersama di kantor pusat PT Panasonic Manufacturing Indonesia, Jakarta Timur, . Di hadapan pekerja dan manajemen perusahaan, Yassierli mengatakan inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa hubungan industrial yang sehat tidak hanya dibangun lewat aturan dan kewajiban formal, tetapi juga lewat kepedulian yang nyata terhadap kebutuhan pekerja.

"Mudik pekerja adalah wujud nyata perhatian manajemen terhadap kesejahteraan mereka. Kita ingin praktik ini menjadi role model bagi perusahaan lain di Indonesia. Sinergi yang baik antara pengusaha dan pekerja adalah kunci menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan produktivitas," ujar Yassierli.

Ia menilai, perhatian terhadap pekerja menjelang hari raya memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar penyediaan fasilitas transportasi. Bagi pekerja, mudik adalah momen penting untuk kembali ke keluarga dengan rasa aman dan dihargai. Bagi perusahaan, langkah seperti ini menjadi cara konkret merawat kepercayaan dan memperkuat hubungan dengan pekerja.

Zakat Fitrah