HARIAN NEGERI, Jawa Barat - Warga Bekasi Utara, Vanny Anggi Permata, mengungkapkan pengalaman mengejutkan saat berada di Stasiun Bekasi Timur, sekitar 30 menit sebelum terjadinya tabrakan KRL Commuter Line pada Senin (27/4/2026) malam. Ia mendengar suara teriakan yang diduga berasal dari anak kecil, saat pulang kerja sekitar pukul 20.10 WIB.

Vanny menceritakan bahwa saat berjalan di peron, ia mendengar suara teriakan yang tidak biasa, mirip suara anak kecil atau perempuan dewasa yang meminta tolong. Suara tersebut membuat suasana di stasiun mendadak tegang, berbeda dari biasanya yang hanya terdengar suara kereta.

"Biasanya kalau kereta mau masuk itu terdengar suara kereta. Tapi ini justru suara teriakan," ungkap Vanny saat dihubungi pada Selasa (28/4/2026). Ia juga menegaskan bahwa beberapa penumpang lain di sekitarnya turut mendengar suara tersebut dan terlihat bingung.

Menurut Vanny, setidaknya ada tiga hingga empat orang yang juga menyadari suara teriakan itu. Mereka sempat berpikir bahwa mungkin ada seseorang yang jatuh ke rel atau sedang dalam bahaya.

Merasa khawatir, Vanny berhenti sejenak untuk memastikan situasi di sekitar rel. Namun, setelah mengamati, tidak ada kejadian mencurigakan yang terlihat dan suara teriakan itu pun hilang tanpa diketahui sumbernya.

Setelah merasa tidak ada hal serius, Vanny melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya di Darmawangsa Resident, Bekasi Utara, dan tiba sekitar pukul 21.00 WIB. Situasi tampak normal hingga ia menerima telepon dari mertuanya yang meminta untuk mengecek berita.

Vanny terkejut saat mengetahui bahwa telah terjadi kecelakaan besar yang melibatkan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, tidak lama setelah ia meninggalkan lokasi. Kesaksian ini menambah sisi lain dari tragedi yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, meskipun belum ada kepastian mengenai keterkaitannya dengan suara misterius yang didengar sebelumnya.