HARIAN NEGERI, Jakarta - Pengurus Pusat Akademi Seni Beladiri Karate Indonesia (PP ASKI) menjadikan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate ASKI-JKA ke-IX sebagai pijakan strategis untuk melipatgandakan jumlah atlet yang mampu menembus kejuaraan dunia.

Ajang yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Sabtu, itu digelar bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-54 ASKI sekaligus menjadi titik awal pembinaan menuju level internasional.

“Target kami tahun ini meningkat. Jika sebelumnya empat atlet kami kirim ke kejuaraan dunia di Jepang, kali ini kami ingin lebih dari delapan atlet bisa menembus level tersebut,” ujar Ketua Umum PP ASKI Saipullah Nasution saat pembukaan Kejurnas.

ASKI merupakan perguruan karate yang berafiliasi langsung dengan Japan Karate Association (JKA) dan berfokus pada pengembangan aliran Shotokan. Keterhubungan ini membuka jalur kompetitif bagi atlet Indonesia untuk tampil di panggung dunia.

Kejurnas ke-IX diikuti oleh 23 provinsi dari seluruh Indonesia. Menurut Saipullah, hal ini menunjukkan semakin luasnya pembinaan karate berbasis perguruan yang dilakukan ASKI.

Sejumlah kategori dipertandingkan, mulai dari kelompok usia anak-anak, kadet, junior, hingga senior, dengan nomor kata dan kumite. Sistem seleksi pun dirancang ketat dengan melibatkan dewan juri untuk memantau performa atlet secara menyeluruh.

“Hasil Kejurnas ini akan menjadi dasar pemanggilan atlet ke tahap pembinaan lanjutan. Mereka yang memenuhi kualifikasi, baik di level junior maupun senior, akan dipersiapkan untuk kejuaraan internasional,” katanya.

Selain sebagai ajang kompetisi, Kejurnas juga dimanfaatkan sebagai ruang peningkatan kualitas wasit dan juri agar standar pertandingan terus meningkat.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) Salmon Alfred Situmeangmenilai Kejurnas ASKI menjadi bagian penting dalam rantai pembinaan karate nasional.

Menurut dia, ajang tersebut membuka peluang bagi atlet ASKI untuk masuk tim nasional yang akan tampil pada Kejuaraan Karate Asia (AKF) di Bali pada 19–21 Juni 2026.

“Kami berharap ada dua hingga tiga atlet dari ASKI yang bisa terpilih memperkuat tim Indonesia di kejuaraan AKF. Kesempatan ini cukup terbuka melalui sistem pembinaan dan kompetisi yang berjenjang,” ujar Salmon.

Ia menambahkan, proses pencarian bakat telah disiapkan sejak awal dengan melibatkan dewan guru dari masing-masing perguruan. Penilaian tidak hanya didasarkan pada hasil akhir pertandingan, tetapi juga parameter teknis yang telah ditetapkan.

“Atlet-atlet terbaik dari berbagai kejuaraan akan dikumpulkan dan diseleksi kembali. Dari situ akan dipersempit hingga terbentuk tim terbaik untuk mewakili Indonesia,” katanya.