HARIAN NEGERI - Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan telah mengerahkan 190 truk berbagai ukuran guna mempercepat penanganan sampah agar tidak menumpuk.

Kepala Suku Dinas LH Jakarta Selatan, Dedy Setiono, menyatakan bahwa armada yang digunakan terdiri dari berbagai jenis truk, termasuk dump truck mini, truk arm roll, truk compactor, dan truk typer berkapasitas besar.

Truk-truk tersebut difungsikan untuk mengangkut sampah dari lingkungan warga ke tempat penampungan sementara (TPS), kata Dedy pada Jumat (3/4).

Dedy menjelaskan bahwa sebanyak 1.107 petugas juga dikerahkan di 10 wilayah kecamatan untuk mengangkut sampah setiap hari guna mencegah penumpukan di berbagai titik.

Volume sampah di Jakarta Selatan mencapai sekitar 1.120 ton per hari, yang cenderung meningkat saat libur panjang atau hari raya keagamaan, ungkapnya.

Dalam proses pengolahan, sampah yang terkumpul akan dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah organik diubah menjadi kompos melalui metode maggot, sementara sampah plastik diolah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis.

Sementara sampah residu dikumpulkan di TPS untuk selanjutnya dibuang ke TPST Bantar Gebang, tambahnya.

Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi produksi sampah dengan melakukan pemilahan sejak dari sumbernya, sejalan dengan Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga, pungkasnya.