HARIAN NEGERI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Kota Bandung untuk waspada terhadap fenomena hujan es yang disertai angin kencang dan petir. Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer tidak stabil akibat peralihan musim hujan ke kemarau memicu peristiwa ini.

Peristiwa hujan es terjadi di beberapa wilayah Kota Bandung pada Jumat siang, menimbulkan kekhawatiran karena terjadi bersamaan dengan angin kencang dan kilatan petir yang intens. Wilayah Bandung masih berada dalam periode akhir musim hujan menuju masa pancaroba, di mana pola angin mulai berubah menjadi lebih labil dan sulit diprediksi.

Fenomena ini dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif, terutama awan Cumulonimbus, yang menjadi pemicu cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, dan angin kencang. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang.

Proses fisika di dalam awan Cumulonimbus menyebabkan terbentuknya hujan es, di mana uap air naik ke lapisan atmosfer yang lebih dingin dan membeku menjadi butiran es. Kecepatan angin saat kejadian mencapai 42,6 kilometer per jam, menyebabkan beberapa pohon tumbang di wilayah Bandung Raya.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda cuaca ekstrem, seperti awan gelap, angin kencang mendadak, dan suara gemuruh petir. BMKG juga mengingatkan agar warga menghindari tempat yang berpotensi membahayakan saat hujan disertai angin kencang, mengingat potensi bencana hidrometeorologi yang masih tinggi di masa peralihan ini.