HARIAN NEGERI, Jakarta - Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Sumatera Selatan menggelar Opening Ceremony Training Nasional dan Simposium Pendidikan dengan mengusung tema “Transformasi Pendidikan Digital dengan Berlandaskan Islamic World View sebagai Pilar Peradaban: Peran Strategis PII dalam Mewujudkan Indonesia Emas” di Palembang, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi kader Pelajar Islam Indonesia (PII), akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan untuk mendiskusikan tantangan dan peluang transformasi pendidikan di era digital.

Melalui kegiatan ini, PII menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam sebagai fondasi peradaban.

Dalam sambutannya, Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) yang diwakili oleh Kepala Departemen Monitoring dan Evaluasi, Ahmad Maulana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap agenda ini dapat menjadi awal dari langkah-langkah besar perjuangan PII dalam membangun kualitas pendidikan nasional.

“Semoga langkah kecil ini menjadi pembuka bagi langkah-langkah besar yang akan ditempuh dalam perjuangan kita bersama. PII memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman,” ujar Ahmad Maulana.

Menurutnya, transformasi pendidikan digital harus diarahkan tidak hanya pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan cara pandang yang berlandaskan Islamic World View. Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat menjadi instrumen untuk memperkuat peradaban dan mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Kegiatan Training Nasional dan Simposium Pendidikan ini diharapkan mampu melahirkan gagasan, rekomendasi, serta langkah konkret yang dapat menjadi kontribusi nyata PII dalam pengembangan pendidikan nasional yang berkualitas, berkarakter, dan berorientasi pada masa depan.