HARIAN NEGERI - Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat telah rampung melakukan pemeriksaan terhadap belasan ribu hewan kurban pada momen Idul Adha 1447 Hijriah ini.Dispernakan KBB melakukan pemeriksaan berupa ante-mortem (sebelum disembelih) dan post-mortem (setelah disembelih) sebagai upaya memberikan jaminan kesehatan hewan qurban dan keamanan pangan aman konsumsi kepada Masyarakat.Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Apriyanti mengatakan, pemeriksaan ini dilakukan bertujuan untuk mendeteksi penyakit menular lebih dini, memeriksa umur hewan serta memastikan keamanan dan kelayakan daging untuk dikonsumsi oleh masyarakat.“Kegiatan pemeriksaan ante mortem dilaksanakan 11 Mei hingga 26 Mei 2026, dengan melibatkan 61 petugas terdiri dari petugas dinas 33 orang dan mahasiswa kedokteran hewan UNPAD sebanyak 28 orang,” katanya,.Ia menambahkan, pemeriksaan hewan kurban yang dilakukan di tahun 2026 yakni mencapai 11.547 ekor terdiri dari sapi 6.127ekor, kerbau 21 ekor, domba 5.375 ekor dan kambing 24 ekor. Pemeriksaan dilakukan di 237 lapak yang tersebar di KBB.“Jumlah hewan yang diberi label SEHAT sebanyak 10.116 terdiri dari sapi 5.477 ekor, kerbau 18 ekor, domba 4.597 ekor dan kambing 24 ekor,” katanya.Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya pun melakukan pemeriksaan post mortem (sesudah disembelih) dilaksanakan 27 hingga 30 Mei 2025 (10 Dzulhijjah dan hari tasyrik).“Petugas yang terlibat 77 orang yakni petugas dinas 52 orang dan mahasiswa kedokteran hewan UNPAD 26 orang yang memeriksa di 16 kecamatan di Bandung Barat,” katanya.Ia menyebut, jumlah hewan yang disembelih tahun 2026 berjumlah 21.002 ekor terdiri dari sapi 4.793 ekor, domba 15.077 ekor, kambing 1.095 ekor dan kerbau 37 ekor.“Petugas menemukan kelainan sebanyak 45 kasus pada organ hati karena infestasi cacing hati dan lainnya yakni sapi 25 ekor dan domba 20 ekor,” katanya.Ia menegaskan, dengan temuan tersebut pihaknya melakukan tindakan berupa menstriming membuang sebagian hati yang rusak akibat infestasi cacing dan sebagian lainnya dinyatakan LAYAK dan AMAN dikonsumsi.“Temuan tersebut menunjukkan pentingnya peran petugas dalam pemeriksaan postmortem terhadap hewan kurban dalammemberikan rasa nyaman dan amankepada penerima daging dan jeroan hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat,” tandasnya. (KRO)

RADARBANDUNG.id- Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat telah rampung melakukan pemeriksaan terhadap belasan ribu hewan kurban pada momen Idul Adha 1447 Hijriah ini.Dispernakan KBB melakukan pemeriksaan berupa ante-mortem (sebelum disembelih) dan post-mortem (setelah disembelih) sebagai upaya memberikan jaminan kesehatan hewan qurban dan keamanan pangan aman konsumsi kepada Masyarakat.Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Apriyanti mengatakan, pemeriksaan ini dilakukan bertujuan untuk mendeteksi penyakit menular lebih dini, memeriksa umur hewan serta memastikan keamanan dan kelayakan daging untuk dikonsumsi oleh masyarakat.“Kegiatan pemeriksaan ante mortem dilaksanakan 11 Mei hingga 26 Mei 2026, dengan melibatkan 61 petugas terdiri dari petugas dinas 33 orang dan mahasiswa kedokteran hewan UNPAD sebanyak 28 orang,” katanya,.Ia menambahkan, pemeriksaan hewan kurban yang dilakukan di tahun 2026 yakni mencapai 11.547 ekor terdiri dari sapi 6.127ekor, kerbau 21 ekor, domba 5.375 ekor dan kambing 24 ekor.