HARIAN NEGERI, Jawa Barat - Perayaan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April menjadi momentum penting untuk mengingatkan perlunya kesetaraan gender di dunia kerja. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan komitmen ini dengan menjaga keseimbangan komposisi pekerja laki-laki dan perempuan.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa saat ini terdapat 36 ribu pekerja perempuan di BRI, yang setara dengan 43% dari total 86 ribu pekerja. Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bagi perempuan untuk berkembang dan mengoptimalkan potensi mereka.

Hery menambahkan bahwa kehadiran perempuan dalam jajaran kepemimpinan memberikan perspektif yang lebih luas dalam pengambilan keputusan. Ini juga memperkuat budaya kerja yang beragam dan inklusif di BRI.

Peran perempuan di BRI semakin terlihat dengan 25,63% pekerja perempuan yang menduduki posisi manajerial. Untuk mendukung pengembangan kepemimpinan perempuan, BRI meluncurkan program BRILiaN Women Leaders Indonesia (BWLI) yang menawarkan pelatihan kepemimpinan dan pengembangan jejaring profesional.

BRI juga berkomitmen untuk memberikan kesempatan kerja yang adil bagi semua pihak, termasuk perempuan penyandang disabilitas. Hery menegaskan bahwa perusahaan berusaha membuka akses bagi semua perempuan untuk berkembang dan mencapai kemandirian ekonomi.

Selain itu, BRI memperluas semangat kesetaraan melalui program pemberdayaan masyarakat, termasuk Ekosistem Ultra Mikro. Inisiatif ini, yang bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian, bertujuan untuk memberikan akses pembiayaan dan pendampingan usaha bagi perempuan.

Hingga saat ini, Ekosistem Ultra Mikro telah menjangkau sekitar 23 juta nasabah di seluruh Indonesia. Melalui program ini, perempuan tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga literasi keuangan dan layanan keuangan terintegrasi untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka.