HARIAN NEGERI, Jakarta - Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, menilai Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) telah memiliki peta komunikasi yang jelas dalam menghadapi tantangan disinformasi dan misinformasi di tingkat global.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Z-Talk bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia Melalui Media Massa & Silaturahmi Forum Matraman” yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta Timur, Senin (16/3/2026).
Menurut Hariqo, berdasarkan Laporan Risiko Global 2025, disinformasi dan misinformasi kini menjadi salah satu ancaman utama dunia.
“Berita bohong sudah keliling dunia, sedangkan pelurusannya baru pakai sepatu. Karena itu, upaya BAZNAS menjawab tantangan ini lewat pertemuan rutin dengan wartawan, menerima kritik, dan menampilkan para penerima manfaat patut diapresiasi. Ini tidak mudah, tapi BAZNAS sudah punya peta komunikasi yang jelas, tinggal timnya lebih diperkuat,” ujarnya.
Z-Talk merupakan forum tatap muka antara pimpinan BAZNAS dengan praktisi serta pimpinan media massa. Kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi, sekaligus mendorong motivasi serta produktivitas kerja di lingkungan BAZNAS.
Hariqo juga mengapresiasi langkah BAZNAS dalam memperkuat literasi zakat serta meluruskan berbagai disinformasi melalui peningkatan partisipasi masyarakat, termasuk melalui berbagai lomba. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Ia menambahkan, penguatan komunikasi publik juga diperlukan untuk meluruskan berbagai informasi keliru yang beredar di masyarakat, termasuk isu penggunaan dana zakat yang kerap disalahpahami.
Selain itu, transparansi dan publikasi yang kuat dinilai menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat. Menurutnya, masyarakat akan lebih terdorong untuk berzakat ketika mereka mengetahui secara langsung manfaat yang diterima para mustahik.
“Cerita dari para penerima manfaat sangat penting untuk ditampilkan di media. Suara mereka menjadi bukti bagaimana zakat membantu kehidupan masyarakat,” katanya.
Hariqo juga menekankan pentingnya tiga indikator utama dalam komunikasi publik, yakni pelaksanaan program yang baik, partisipasi masyarakat yang tinggi, serta publikasi luas dan dokumentasi yang optimal.
Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat dampak program sosial kepada masyarakat.


Komentar