HARIAN NEGERI, Jakarta - Tim voli Surabaya Samator bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-1 (25-27, 25-21, 25-22, 25-21) pada lanjutan Final Four Proliga 2026 seri ketiga putaran kedua di GOR Jatidiri, Sabtu.

Pertandingan tersebut sejatinya sudah tidak menentukan peta persaingan, namun kedua tim tetap menampilkan permainan kompetitif sepanjang laga.

“Setelah set pertama, pemain mulai lebih tenang dan bisa menjalankan strategi dengan baik,” ujar asisten pelatih Samator Sigit Ari Widodo dalam keterangan resmi usai pertandingan.

Pada set pembuka, duel berlangsung sengit dengan reli panjang dan kejar-kejaran angka hingga 10-10. Garuda Jaya sempat unggul 16-14, namun Samator berbalik memimpin 22-20. Ketegangan mencapai puncak saat skor 24-24 sebelum Garuda Jaya mengamankan set pertama dengan 27-25.

Memasuki set kedua, Samator tampil lebih rapi. Setelah imbang 6-6, tim asal Surabaya itu mulai mengontrol permainan dan menjauh 16-12, sebelum menutup set dengan kemenangan 25-21.

Pada set ketiga, konsistensi Samator semakin terlihat. Mereka memanfaatkan kesalahan lawan untuk membuka jarak dan mempertahankan keunggulan hingga menang 25-22.

Garuda Jaya sempat memberikan perlawanan pada set keempat dengan menyamakan skor 12-12. Namun, pengalaman Samator menjadi faktor penentu di fase krusial. Mereka kembali menguasai permainan dan memastikan kemenangan dengan skor 25-21.

Sigit menambahkan kemenangan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi tim meski laga tidak lagi menentukan.

Sementara itu, pelatih Garuda Jaya Nur Widayanto menilai timnya masih perlu meningkatkan komunikasi dan ketahanan mental, terutama dalam situasi poin-poin krusial.

“Kami banyak kehilangan poin dari kesalahan sendiri, termasuk servis. Di set akhir juga terlihat faktor mental,” ujarnya.

Hasil ini menjadi penutup positif bagi Samator di fase Final Four sekaligus menunjukkan kapasitas mereka untuk tetap kompetitif, sementara Garuda Jaya mendapatkan pengalaman berharga sebagai tim muda dalam menghadapi tekanan pertandingan level tinggi.