HARIAN NEGERI - Sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook “Carlos Mend” pada 9 April 2026, mengklaim bahwa Amerika Serikat dan Israel telah melakukan invasi darat ke Iran. Video tersebut disertai narasi yang menyebutkan bahwa kota-kota Iran telah hancur akibat serangan pesawat siluman B2, dan hingga saat ini telah dilihat lebih dari 18 ribu kali, mendapatkan 492 reaksi, serta 76 komentar.

Hasil Cek Fakta

Hasil penelusuran yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Harian Negeri menunjukkan bahwa tidak ada media kredibel yang melaporkan tentang invasi darat tersebut. Informasi yang beredar lebih banyak berkaitan dengan serangan udara yang menargetkan fasilitas strategis di Iran, dan bukan operasi darat berskala besar. Meskipun terdapat laporan mengenai pengerahan ribuan personel Marinir AS di kawasan sekitar, tidak ada konfirmasi resmi yang menyatakan bahwa pasukan tersebut telah memasuki atau menduduki wilayah Iran. Laporan yang ada cenderung menunjukkan adanya serangan terbatas, seperti serangan udara, daripada operasi militer darat yang masif. Lebih lanjut, tim pemeriksa fakta juga melakukan verifikasi terhadap keaslian video tersebut menggunakan teknologi Hive Moderation. Hasil analisis menunjukkan bahwa video itu adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas keaslian sebesar 99,5%, menegaskan bahwa video tersebut tidak dapat dianggap sebagai bukti valid dari klaim yang disampaikan.

Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil cek fakta ini menunjukkan bahwa informasi tentang invasi darat AS dan Israel ke Iran adalah salah dan tidak berdasar. Akun-akun media sosial sering menyebarkan informasi yang tidak diverifikasi, sehingga penting bagi masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayainya.

Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli