HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Prabowo Ubah MBG Jadi Pemberian Uang Tunai'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Beredar unggahan gambar [arsip] dari akun Facebook “Haerul Aksarasambung” pada . Unggahan disertai narasi : “Prabowo siap gantikan MBG dengan uang tunai.

Presiden prabowo menerima masukan tentang adanya masalah program MBG mulai dari makanan hingga penyalah gunaan makanan yang tidak sesuai. Presiden prabowo subianto menegaskan program MBG Jika tidak beres akan saya gantikan dengan uang tunai saja.” Hingga unggahan telah mendapatkan 24 ribu tanda suka, 11 ribu komentar dan telah dibagikan ulang 641 kali. Tim Pemeriksa Fakta

Namun dari hasil penelusuran ini tidak ditemukan pemberitaan yang kredibel terkait klaim yang tersebar tersebut.  Pencarian teratas justru diisi oleh beberapa artikel yang membantah isu serupa seperti : Artikel tangerangkota.go.id “[HOAKS] Penyaluran MBG Diubah Jadi Uang Tunai Rp300.000 Per Bulan” yang tayang . Artikel

Hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo maupun pemerintah terkait perubahan skema MBG menjadi bantuan tunai. Salah Sumber: [tangkapan layar] [sumber] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi. Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli