HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Mencium Kucing Mampu Sebabkan Infeksi Otak'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Angkara Messi” pada . Unggahan beserta narasi : “Seberapa sering kamu cium kucing sampai otakmu perlahan dibajak parasit?

Baca Juga:
Bank Rakyat Indonesia

Level 1, kamu gemas mencium hidung kucingmu. Ribuan telur parasit pindah dari bulu halusnya ke bibirmu. Level 2, kamu menelan ludah.

Telur itu masuk lambung. Mereka menetas jadi larva ganas. Level 3, sistem imunmu menyerang.

Mereka membajak sel darah putihmu. Level 4, mereka sampai di kepala. Menembus sawar darah otak dan bersarang di dalam ruang kendalimu.

Level 5, mereka membangun sarang. Bersembunyi di amigdala dan memanipulasi zat kimia otakmu. Level 6, perilakumu berubah.

Kamu jadi mudah marah, nekat, dan refleksmu melambat. Hati-hati.” Disadur dari artikel cek fakta

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Siti Gusti Ningrum, menjelaskan bahwa infeksi dapat terjadi jika manusia tidak sengaja menelan parasit dari feses kucing yang terinfeksi. Ia menegaskan, risiko utama infeksi lebih berkaitan dengan gangguan kesehatan reproduksi, bukan otak. Data dari Cornell University College of Veterinary Medicine menyebutkan, parasit dapat bertahan di lingkungan selama berbulan-bulan setelah keluar bersama kotoran kucing, dan menjadi infektif dalam waktu satu hingga lima hari.

Penularan pada manusia lebih sering terjadi melalui makanan atau tanah yang terkontaminasi. Karena itu, menjaga kebersihan seperti mencuci tangan, menggunakan sarung tangan saat membersihkan kotoran, serta memastikan makanan matang dan bersih menjadi langkah utama pencegahan. Salah Sumber: https://web.facebook.com/reel/941792911640514