Hasil Cek Fakta
Narasi tentang robot kehamilan yang dikembangkan ilmuwan China beredar melalui unggahan media sosial sejak Agustus 2025. Unggahan tersebut menyebutkan seorang ilmuwan bernama Zhang Qifeng dari Nanyang Technological University Singapura mengembangkan teknologi tersebut melalui perusahaan Kaiwa Technology. Pihak Nanyang Technological University telah menyatakan kepada organisasi pemeriksa fakta internasional bahwa kampus tersebut tidak memiliki ilmuwan dengan nama Zhang Qifeng. Universitas juga menegaskan tidak ada penelitian terkait robot kehamilan maupun lulusan doktor dengan nama tersebut dari institusi mereka. Teknologi yang sebenarnya sedang dikembangkan para peneliti adalah perangkat rahim buatan untuk membantu bayi prematur. Penelitian di Children's Hospital of Philadelphia mengembangkan sistem bernama Extend yang dirancang sebagai lingkungan luar rahim untuk mendukung perkembangan bayi sangat prematur. Perangkat tersebut menggunakan kantung berisi cairan amnion buatan dan sistem oksigenator eksternal yang berfungsi menggantikan peran plasenta. Penelitian serupa juga dikembangkan perusahaan rintisan di Jerman, namun teknologi ini masih menghadapi berbagai tantangan ilmiah dan belum menggantikan peran kehamilan manusia.Kesimpulan
Klaim tentang robot yang dapat mengandung bayi merupakan informasi yang tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah. Narasi ini menyesatkan publik dengan mencampuradukkan teknologi medis yang sebenarnya ditujukan untuk membantu bayi prematur dengan fiksi ilmiah tentang penggantian peran kehamilan manusia. Redaksi mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui sumber-sumber resmi dan terpercaya sebelum membagikannya. Literasi digital yang baik akan membantu mencegah penyebaran informasi yang tidak akurat dan menjaga ekosistem informasi yang sehat di ruang digital.Sumber rujukan: Data Asli

Komentar