HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Singapura akan Kuras Dolar Amerika dari Indonesia'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Beredar unggahan video [arsip] dari akun Tiktok “mukman.pda7” pada yang mengeklaim Singapura akan kuras dolar Amerika dari Indonesia. Berikut narasi lengkapnya: ,PPATK ( Pusat Pelaporan dan Transaksi Keuangan ) Mencatat Aliran Deras Dana Keluar Capital outflow dari Indonesia ke Singapura mencapai Rp 3.595 Trilyun / 3 Bilyun lebih , Jauh Melebihi yang yang Ke Amerika Rp 781 trilyun dan China Rp 466 trilyun saja.
. Negara kecil yang miskin Sumber Daya Alam namun Kaya dengan cara licik , Mereka menjajah Ekonomi Indonesia Lahan Kaya Indonesia untuk Singapura. Penjajahan Gaya Baru gak Pakai Peluru hanya Tipuan dan konspirasi Jahat Ala Jhon Soros.
,Di Era pemerintahan sebelumnya dari ke tujuan Presiden Indonesia tidak Ada yang berani melawan Singapura. Namun Lain Dengan Presiden Prabowo Subianto. Hingga unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 13 ribu tanda suka, menuai 824 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 810 kali oleh pengguna Tiktok lainnya. Tim Pemeriksa Fakta
Hasilnya tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Dilansir bisnis.com, angka Rp 3.595 triliun didapat dari laporan PPATK pada semester I tahun 2024. PPATK mencatat outgoing atau uang asal Indonesia yang ditransfer ke luar negeri lebih banyak ke Singapura dibandingkan Amerika Serikat dan Cina.
Triliunan uang asal Indonesia juga mengalir ke Hong Kong, Inggris, Jepang, hingga Korea Selatan. PPATK menolak berkomentar soal fenomena aliran uang ribuan triliun ke Singapura. Termasuk, apakah uang tersebut merupakan dana yang wajar atau berasal dari tindak pidana pencucian uang. Berdasarkan laporan PPATK pada tahun yang sama, Singapura menjadi negara dengan transfer dana (incoming) dengan nominal transaksi terbesar pada Mei 2024, yaitu Rp 228,285 triliun.
Hanya saja angkanya tidak sebesar dana yang keluar dari Indonesia ke Singa... Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar